125 Tahun Lalu, Pertemuan Dayak se Kalimantan Hasilkan Kesepakatan Spektakuler

Tumbang Anoi
RAPAT - Rapat persiapan untuk sosialisaai Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Perdamaian Tumbang Anoi dengan DAD se Kalbar, di Hotel Star Pontianak, Jumat (7/6/2019). (Foto FB Tanto Yakobus)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sekitar 125 tahun lalu, pertemuan Tumbang Anoi di Kalteng, 22 Mei-24 Juli 1894, yang dihadiri ribuan tokoh adat dan suku Dayak seluruh Pulau Kalimantan, telah menghasilkan kesepakatan yang spektakuler dan luar biasa.

Hasil keputusan Rapat Damai Suku Dayak di Tumbang Anoi, terdiri dari 96 pasal. Namun, bila diringkas menjadi sembilan butir keputusan penting, tulis rilis dari panitia peringatan Pertemuan Tumbang Anoi ke 125 tahun, yang diberikan DAD Kalbar dalam sosialisasi ke DAD se Kalbar.

Muat Lebih

Sembilan butir itu, pertama, menghentikan permusuhan dengan pihak Pemerintah Hindia Belanda dan Inggris. Kedua, menghentikan kebiasaan perang antar suku dan antar desa. Ketiga, menghentikan kebiasaan balas dendam antar keluarga.

Keempat, menghentikan kebiasaan adat mangayau (potong kepala). Kelima, menghentikan kebiasaan adat perbudakan. Keenam, pihak Belanda mengakui berlakunya Hukum Adat Dayak, dan memulihkan segala kedudukan, dan hak-hak Suku Dayak dalam lingkup pemerintahan lokal tradisional mereka.

Ketujuh, penyeragaman hukum adat antar suku. Kedelapan, menghentikan kebiasaan hidup berpindah-pindah dan agar menetap di suatu  pemukiman tertentu. Kesembilan, mentaati berlakunya penyelesaian sengketa antar penduduk maupun antar kelompok yang diputuskan oleh Rapat Adat Besar yang khusus diselenggarakan selama Rapat Damai Tumbang Anoi berlangsung.

Hasil pertemuan itu menjadi tonggak sejarah bagi orang Dayak untuk kehidupan mereka hingga saat ini. Juga, dimaknai sebagai pedoman arah peradaban Suku Dayak di Pulau Borneo.

Peringatan ke 125 tahun Pertemuan Tumbang Anoi, bakal dilaksanakan di Kalteng, 22-24 Juli 2019 di Cagar Budaya Rumah Betang Damai Batu, Desa Tumbang Anoi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Acara juga diikuti dengan seminar nasio Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi 2019. (IP-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *