banner 468x60

Waterfront di Pinggiran Sungai Kapuas Pontianak Ramai Pengunjung Saat Lebaran

  • Bagikan
Waterfront
WATERFRONT - Waterfront atau lokasi di pinggiran Sungai di Kota Pontianak, Minggu (9/6/2019), ramai dikunjungi warga saat hari biasa atau Lebaran.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kawasan waterfront atau daerah pinggiran di Sungai Kapuas di Kota Pontianak, ramai saat mudik Lebaran 2019. Warga mendatangi lokasi pinggiran Sungai Kapuas, untuk sekedar jalan-jalan atau menikmati pemandangan Sungai Kapuas.

Lokasi waterfront berada di belakang kantor Pelabuhan Senghie. Jembatan Kapuas I, terlihat membentang dengan dari lokasi ini. Di lokasi waterfront, terdapat mushalla kecil yang bisa menampung puluhan jemaah. Ada bangunan-bangunan tempat duduk di area tengah, dan meja dari semen yang dibentuk dengan model kotak atau persegi.

Sepanjang lokasi ada beberapa tempat sampah dengan pemilahan sampah. Namun, masih banyak bekas plastik minuman dibuang atau ditinggalkan secara sembarangan oleh para pengunjung.

Di lokasi itu, warga bisa menyaksikan pinggiran sungai terpanjang di Indonesia tersebut. Ada kapal pesiar terbuka yang siap mengantarkan warga yang ingin memutari Sungai Kapuas. Banyak pedagang dadakan bermunculan, mulai dari pedagang makanan ringan, minuman dan kopi.

Para pedagang itu mengangkut dagangannya melalui sungai, dan memarkirkan dagangannya di luar pagar waterfront. Sebab, ada larangan pedagang gelar lapak di area taman atau waterfront.

Tak hanya itu, lokasi waterfront dipenuhi dengan penyewaan sepeda “Teletubbis” kecil bagi anak-anak. Sewanya, Rp 10 ribu selama 30 menit.

Abdurrahman, pedagang ‘Rambut Nyonya’ yang biasa mangkal di lokasi itu menyatakan, warga di Kota Pontianak, biasanya mendatangi lokasi itu untuk jalan-jalan atau rekreasi bersama keluarga atau teman.

Durasi warga datang biasanya dua kali. Mulai jam tiga sore hingga jelang maghrib. Setelah itu mereka pulang. Selepas maghrib, ada pengunjung baru. Biasanya, mereka di sana hingga sekitar jam sepuluh malam, bahkan lebih.

“Kalau di sini sampai malam kan tidak dirazia. Beda dengan di kawasan Tugu Digulis,” katanya, Minggu (9/6/2019) malam.

Banyaknya warga datang ke lokasi itu, mestinya juga diikuti dengan adanya petugas keamanan. Misalnya, menempatkan polisi wisata di sana. Sehingga membuat suasana lebih terasa nyaman.

“Tak ada polisi berjaga di sini. Paling dari Satpol PP, kadang datang sebelum maghrib,” katanya.

Di lokasi waterfront tak ada booklet atau brosur. Padahal, bila ada informasi tersebut, tentu saja sangat membantu warga yang ingin mengetahui Kota Pontianak. Apalagi bagi para wisatawan dari luar kota atau luar negeri. Boklet bisa saja berisi lokasi-lokasi restoran, pusat sovenir, hotel, dan lainnya. (IP-01)

 

 

 

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: