banner 468x60

Polisi: Kivlan Zen yang Tentukan Target 4 Pejabat Negara Harus Dibunuh

  • Bagikan
Kivlan Zein
Polisi mengungkap peran Mayjen (Purn.) Kivlan Zen dalam rencana pembunuhan empat pejabat negara dalam jumpa pers di kantor Kementerian Koordinator Polhukam di Jakarta, Selasa (11/6) (VOA/Fathiyah).

Polri mengungkapkan sejumlah bukti-bukti dan perkembangan terkini terkait kerusuhan 21-22 Mei 2019, termasuk dalang di balik kerusuhan berdarah itu. Dalam keterangannya, polisi mengungkap soal peran mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen dalam rencana pembunuhan empat pejabat negara dan seorang pemimpin lembaga survei.

JAKARTA, insidepontianak.com — Dalam jumpa pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Jakarta, Selasa (11/6), polisi mengungkap peran mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen dalam rencana pembunuhan empat pejabat negara dan seorang pemimpin lembaga survei.

Target pembunuhan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan, mantan Komandan Detasemen Khusus 88 Anti-Teror Komisaris Jenderal Gregorius “Gories” Mere, dan Direktur Eksekutif lembaga survei Charta Politika Yunarto Wijaya.

Peran Kivlan terungkap dari keterangan para saksi, pelaku dan sejumlah barang bukti, seperti dilansir VOA Indonesia, Rabu (12/6/2019).

Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Ajun Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi menjelaskan Kivlan merupakan orang yang menentukan kelima sasaran pembunuhan tersebut. Ini terungkap dari penangkapan kelompok yang dipimpin tersangka HK alias Iwan.

“Mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap empat tokoh nasional dan seorang direktur eksekutif Charta Politika. Dari keenam tersangka yang kami amankan ini, setelah kami tahan dan kami lakukan pemeriksaan, kami melakukan gelar (perkara), akhirnya kami menetapkan tersangka saudara KZ dan tersangka HM berdasarkan bukti permulaan yang cukup,” kata Ade Ary.

Menurut Ade Ary, tersangka Kivlan Zen ditangkap Badan Reserse dan Kriminal Polri pada 29 Mei. Dia menjelaskan Kivlan berperan memberikan perintah kepada tersangka HK alias Iwan dan tersangka AZ, untuk mencari eksekutor pembunuhan. Kivlan juga yang memberikan uang Rp 150 juta kepada Iwan untuk membeli beberapa pucuk senjata api.

Setelah Iwan memperoleh empat senjata api, Kivlan masih menyuruh Iwan mencari satu senjata api lagi karena keempat senjata yang sudah didapat belum memenuhi standar yang diinginkan. Kivlan juga memberikan uang Rp 5 juta kepada tersangka IR untuk mengintai target bernama Yunarto Wijaya.

Dari Kivlan, polisi menyita sebuah telepon seluler yang dipakai untuk berkomunikasi dengan beberapa tersangka lainnya.

Ade Ary mengatakan tersangka kedelapan yang ditangkap adalah HM (Habil Marati). Dia dibekuk pada 29 Mei di rumahnya, Jalan Metro Kencana, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tersangka HM berperan memberikan uang kepada Kivlan untuk membeli senjata api. HM juga memberikan uang Rp 60 juta kepada tersangka HK untuk biaya operasional dan unjuk rasa. Tersangka HM juga memberikan dana operasional sebesar 15 ribu dolar Singapura (Rp 150 juta) kepada Kivlan. Dari tersangka HM, polisi menyita sebuah telepon seluler dan hasil cetak rekening bank milik HM.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: