banner 468x60

Ditreskrimum dan Imigrasi Amankan Sembilan Orang Terkait Kawin Kontrak

  • Bagikan
Kawin Kontrak
KAWIN KONTRAK - Ditreskrimum Kalbar dan Imigrasi menangkap sembilan orang yang terlibat dalam kasus perdagangan orang dengan modus kawin kontrak di Pontianak, Rabu (12/6/2019) malam. (Foto Insidepontianak.com)

PONTIANAK, Insidepontianak.com – Setidaknya tujuh orang warga negara asing (WNA) dan dua orang warga negara Indonesia (WNI) diperiksa oleh Ditreskrimum Polda Kalbar. Sembilan orang ini diduga kuat terkait dengan kasus perdagangan orang dengan modus kawin kontrak.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mulanya hanya dua WNA berasal dari Tiongkok yang diamankan, di sebuah rumah mewah di Jalan Purnama, Komplek Surya Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (12/6) malam.

“Kemudian setelah dilakukan pengembangan, tujuh orang kembali diamankan. Tujuh laki-laki WNA dan dua orang WNI, satu di antaranya ini perempuan (WNI),” ungkapnya, Kamis (13/6/2019).

Berdasarkan pengembangan sementara, dua WNI ini merupakan agen atau penampung ketujuh WNA tersebut.

Dalam penggerebekan pada Rabu malam tersebut, jajaran Ditreskrimum Polda Kalbar beserta Imigrasi Kalbar, juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa cap atau stempel, foto copy KTP, NPWP dan lainnya.

Dirinya mengatakan, dengan adanya sejumlah dokumen tersebut, menjadikan barang bukti kuat bahwa rumah itu merupakan tempat penampungan jaringan sindikat perdagangan orang dengan modus kawin kontrak.

“Ini juga dibuktikan dengan adanya kwitansi pembayaran uang mahar kawin kontrak tersebut,” terangnya.

Kata dia, jika modus kawin kontrak ini benar, apalagi pernikahan tersebut merupakan antara WNA dan WNI, maka semestinya harus melalui aturan.

Hal ini yang akan menjadi fokus utama sementara pihaknya, terutama Ditreskrimum. Nantinya, dari aturan-aturan tersebut akan disesuaikan dengan data-data lapangan yang ditemukan. Baik dari kedatangannya WNA tersebut, siapa sponsornya, hingga dokumen-dokumen pendukung.

“Tolong juga dipantau dan ikuti perkembangan kasus ini, siapa tahu ada yang lainnya,” kata dia.

Sebagai tindak lanjutnya, pihaknya juga saat ini sudah memetakan beberapa wilayah yang berpotensi kasus ini terjadi. Sebab, berangkat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, korban perdagangan orang dengan modus kawin kontrak ini biasanya mengarah pada satu etnis, di wilayah Kota Singkawang, Sungai Duri Kabupaten Bengkayang dan Sungai Pinyuh.

“Tapi saat ini sudah bergeser ke Kota Pontianak,” jelasnya. (IP-01)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: