banner 468x60

Muda: Sinergisitas Pemkab, BPH Migas dan Pertamina Jadi Solusi Atasi Kekurangan Gas Elpiji di Pesisir Kubu Raya

  • Bagikan
Pertamina
KUNKER - Bupati Muda Mahendrawan terima Kepala BPH Migas Muhammad Fanshurullah Asa, Kasi Pengawasan Ketersediaan BBM Cristian Tanuwijaya, Branch Manager Pertamina Kalbar Muhammad Ivan Suhada, Pejabat di lingkungan Ditjen Migas ESDM RI dan pimpinan SKPD Pemkab Kubu Raya, di Pontianak, Kamis (13/6/2019) malam. (Foto Insidepontianak.com)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Respon cepat dari Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan untuk mencari solusi kurangannya pasokan gas elpiji tabung 3 kg di pesisir Kubu Raya, khususnya di Kecamatan Batu Ampar beberapa waktu lalu, mendapatkan perhatian khusus dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Pertamina.

Rombongan BPH Migas, dipimpin Muhammad Fanshurullah Asa bersama Pertamina melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya, ke kediaman Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, di Jalan Tanjung Sari, Pontianak, Kamis (13/6) malam.

Hadir pada kegiatan Kunker BPH Migas dan Pertamina itu, Kepala BPH Migas Muhammad Fanshurullah Asa, Kepala Seksi Pengawasan Ketersediaan BBM Cristian Tanuwijaya, Branch Manager Pertamina Kalbar Muhammad Ivan Suhada, Pejabat di lingkungan Ditjen Migas ESDM RI, serta sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan, adanya solusi mengatasi kelangkaan gas elpiji di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, karena adanya sinergisitas antara Pemkab Kubu Raya, Pertamina dan BPH Migas.

“Ini sebenarnya spontanitas, ketika itu saya menghubungi pak Ivan (Branch Manager Pertamina). Karena waktu itu hari Minggu, yang bisa saya hubungi cuma pak Ivan. Pak Ivan juga pernah pesan, jika ada hal-hal yang diperlukan kasih tahu saja. Dan Alhamdulillah beliau juga cepat respon,” kata Muda Mahendrawan.

Muda mengatakan, kurangnya pasokan gas elpiji di Kecamatan Batu Ampar, disebabkan karena pangkalan gas elpiji yang hanya ada di Desa Padang Tikar, sehingga desa-desa lainnya harus mengambil gas elpiji ke Padang Tikar.

“Ini memang perlu dicari solusinya. Alhamdulillah, setelah ada pertemuan dengan Pertamina, ada solusi alternatif, termasuk membuka pangkalan baru di Desa Tasik, Teluk Nibung dan di Desa Sumber Agung,” kata dia.

Muda menjelaskan, pangkalan-pangkalan gas elpiji ini, nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebab, jika dikelola oleh BUMDes akan menjadi lebih baik dalam pengembangan desa di Kubu Raya.

“Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) juga sudah kami sikapi. Hari Senin nanti, kami akan rapat untuk memutuskan Peraturan Bupatinya (Perbub). Langkah ini juga untuk menghilangkan keresahan masyarakat kedepannya,” terangnya.

Muda bersyukur dan mengapresiasi, baik Pertamina maupun BPH Migas, karena merespon cepat terkait persoalan kurangnya pasokan gas elpiji yang terjadi di Kubu Raya. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: