Polisi Libas 25 Kg Sabu dari Komplotan Malaysia-Pontianak-Kalteng

  • Bagikan
Perdagangan Sabu
RILIS - Kapolda Kalbar, Irjen Didi Haryono menjelaskan perkembangan kasus penangkapan 25 kg sabu di Mapolda Kalbar, Jumat (14/6/2019). Polda juga merilis penetapan tersangka dari kasus perdagangan manusia dengan modus kawin kontrak. (Foto Humas)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Polda Kalimantan Barat berhasil meringkus dua pelaku tindak pidana narkotika. Sebanyak 25 kg narkoba jenis sabu berhasil diamankan dari tangan dua pelaku, Suwandra dan Jhony yang merupakan warga Pontianak. Penangkapan dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Gembong Yuda, Rabu (12/6).

Dua pelaku tersebut merupakan jaringan Malaysia-Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat–Pangkalan Bun, Provinsi Kalimantan Tengah.  Berdasarkan tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/172/VI/RES.4.2./2018/KALBAR/SPKT, tanggal 12 Juni 2019.

Kombes Pol Gembong Yudha mengungkapan, penggerebekan dilakukan di Hotel Golden Tulip Pontianak. Direktur Reserse Narkoba ini menjelaskan, sudah satu minggu polisi memantau gerakan dua pelaku.

“Narkotika yang rencananya dari Pontianak akan dibawa ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah,” kata Yudha.

Rabu, 12 Juni 2019, sekitar pukul 00.15 WIB, polisi menggerebek pelaku di Hotel Golden Tulip kamar No 627. Dari hasil penggrebekan tersebut, tim berhasil mengamankan sebanyak 25 kg sabu dari kedua pelaku.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka Suwandra (28), warga Sungai Raya Dalam Kubu Raya ini didapati 1 buah koper penuh dengan sabu seberat 12 kg. Di luar koper polisi temukan 2 klip kecil sabu beserta alat hisap.

Dari pelaku bernama Jhony Hendra, warga Siantan Hulu Kota Pontianak, polisi menemukan tas hitam berisi 12  bungkus narkotika jenis sabu, terdiri dari 8  bungkus berwarna kuning dan 4 bungkus berwarna hijau.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono saat rilis masalah tersebut di Mapolda Kalbar, Jumat (14/6/2019), mengatakan bahwa, dua tersangka tersebut merusak generasi bangsa.

Didi mengatakan, dari 25 kg sabu tersebut, polisi bisa menyelamatkan sekitar 200.025 jiwa. Asumsinya, 1 gram sabu digunakan 8 orang.

Kapolda menegaskan, tidak main-main dengan kasus narkoba. Sebab, narkoba merusak generasi bangsa. “Kita tindak tegas. Jangan coba-coba. Ini berbahaya bagi generasi anak bangsa,” kata Didi. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: