banner 468x60

Bupati Jarot Puji Kreativitas dan Semangat Gotong Royong Warga Desa Sungai Pukat

  • Bagikan
Desa Sungai Pukat
UNGGULAN - Bupati Sintang, Jarot Winarno meninjau Desa Sungai Pukat, Kelam Permai, Sintang, sebagai desa yang ikut kegiatan lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Barat, tahun 2019, Selasa (18/6/2019). (Foto Humas Sintang)

SINTANG, insidepontianak.com – Desa Sungai Pukat, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang menjadi salah satu Desa di Kabupaten Sintang yang turut serta dalam kegiatan lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019, Selasa (18/6/2019).

Pembukaan kegiatan lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Barat dihadiri oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, didampingi dengan beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Turut serta juga para tim Penilai dari Provinsi Kalimantan Barat, di Balai 4 Menyadik, Desa Sungai Pukat, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.

Dalam sambutannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno memberikan apresiasi kepada Desa Sungai Pukat yang sudah siap dengan kegiatan ini.

“Jadi kegiatan seperti lomba-lomba ini bukan hal yang asing dan pertama kali diselenggarakan di Desa Sungai Pukat, karena 2 tahun lalu desa ini menjadi juara kedua kegiatan P2WKSS se-Provinsi Kalimantan Barat. Sehingga para perangkat desa, PKK , dan masyarakat sudah siap dan paham dengan kegiatan ini,” ucapnya.

Jarot menilai, pembangunan di suatu daerah berkembang apabila pembangunan dimulai dari desa. Ia selalu mengatakan, bahwa besarnya suatu daerah Kabupaten Sintang, bukan karena obor pembangunan yang ada di Kota Sintang. Tetapi karena lilin pembangunan yang ada di desa-desa,yang membuat desa semakin maju.

Jarot menjelaskan bahwa Kabupaten Sintang memiliki 391 desa. Sudah ada 6 desa yang menjadi desa mandiri. Ada 10 desa sudah menjadi desa maju. Tapi di Sintang masih 21 persen atau sekitar 86 desa, dari 391 desa masih dikategorikan desa sangat tertinggal.

“Kita bersama 3 kabupaten lain, seperti Melawi, Ketapang dan Landak, masih memiliki kantong-kantong kemiskinan pada desa-desa yang sangat tertinggal,” kata Jarot.

Jumlah desa di Sintang, merupakan jumlah desa paling banyak di Kalbar. Tentunya kantong-kantong kemiskinan yang harus dientaskan. Tentu saja mengentaskan hal ini tidak mudah. Hal ini yang harus bersama-sama mengentaskannya.

Jarot juga bangga kepada Desa Sungai Pukat atas kekompakan masyarakatnya. Desa ini masih kental dengan gotong royong. Contohnya, desa ini sudah memiliki iuran desa yang dipungut dari masyarakat desa, dan digunakan untuk berbagai hal. Seperti kalau ada orang meninggal dibantu sudah ada dananya.  Waktu pemakaman sudah ada dananya.

Selain itu, di Desa Sungai Pukat, banyak terobosan diberikan. Seperti rumah singgah. Sektor produk unggulan desa seperti tenun ikat, beras hitam, padi pulut, minuman-minuman terbuat dari alam, kemudian ada minyak kelapa yang berguna untuk menghilangkan flek-flek hitam di wajah.

“Inilah inovasi terobosan-terobosan yang dilakukan oleh Desa Sungai Pukat,” tuturnya. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: