banner 468x60

Perizinan Membuat Pengusaha Tradisional Sanggau Sulit Berkembang

  • Bagikan
Ketua PKK Sanggau
Ketua PKK Kabupaten Sanggau, Arita Apolina. (Foto Insidepontianak.com)

SANGGAU, insidepontianak.com – Ketua PKK Kabupaten Sanggau, Arita Apolina mengatakan, kendala yang dihadapi para pengusaha tradisional dalam merealisasikan produk unggulannya adalah terkait izin. Misalnya seperti SITU/SIUP, IRT, dan legalitas lainnya termasuk melengkapi produk makanan dengan lebel layak konsumsi dan kehalalannya dijamin.

“Sebenarnya IKM kita sekarang sudah lebih siap,” katanya, Selasa (18/6/2019).

Misalnya Batik Sabang Merah. Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, termasuk dengan melibatkan pihak ketiga, membantu bagaimana penyediaan bisa tertampung dan pihak ketiganya sudah dapat dan siap membantu.

“Tinggal nanti proses pemasaran, apakah melalui IKM atau seperti harapan pak Bupati tadi, seperti memiliki rumah produksinya,” tuturnya.

Arita menyebut, untuk pemasaran hasil produk, PKK dan Dekranas juga sudah mulai bekerjasama dengan minimarket modern seperti Indomaret dan Alfamart. Namun, produk yang dijual harus memenuhi syarat.

“Kita sudah berkoordinasi ke mereka dan sudah membuat MoU antara pihak Indomart atau Alfamart dengan IKM melalui IKMers. Kalau kita kan hanya memfasilitasi,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) mengeluhkan belum adanya produk unggulan di daerah yang dipimpinnya. Keluhan tersebut disampaikan bupati saat menyampaikan sambutannya pada acara peringatan ke-47 Hari Kesatuan Gera PKK ke-47 di Gedung Balai Betomu, Selasa (18/6/2019). (IP-01)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: