banner 468x60

Tim Penilai Lomba Berharap Desa Tingkatkan Potensi

  • Bagikan
Lomba Desa
LOMBA DESA - Bupati Sintang, Jarot Winarno (pakai topi) di Desa Sungai Pukat bersama dengan Ketua Tim Penilai Lomba Desa tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Ahmad Salafuddin, Selasa (18/6/2019). (Foto Humas Sintang)

SINTANG, insidepontianak.com – Tim penilai lomba desa tingkat provinsi Kalbar berharap, desa mampu meningkatkan potensi yang ada pada desanya, sehingga lebih maju dan sejahtera. Dia mengatakan itu, saat berkunjung dan menilai Desa Sungai Pukat di Kelam Permai, Sintang, Selasa (18/6/2019)

Ketua Tim Penilai Lomba Desa tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Ahmad Salafuddin mengatakan, ada tiga aspek secara umum penilaian lomba desa. Yaitu, aspek pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.

Ahmad mengungkapkan, kegiatan lomba desa diikuti sebanyak 11 kabupaten/kota dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Tahun ini ada dua kabupaten dan 1 kota tidak ikut dalam kegiatan lomba desa. Yaitu Kota Singkawang, Kabupaten Sambas dan Landak.

Ahmad menegaskan, tujuan kegiatan lomba desa untuk melihat perkembangan suatu desa. Kegiatan  untuk melihat sejauh mana antara keseimbangan dan keselarasan semua program yang dicanangkan oleh pemerintah, baik itu pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sampai ke desa.

“Kita semua menyadari tantangan dalam membangun desa sangat beragam,” ujarnya.

Dari hal klasik terkait sumber dana yang terbatas, dihadapkan juga dengan SDM yang terbatas ini, pelan-pelan oleh pemerintah terus senantiasa ditingkatkan kapasitasnya.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Sintang yang telah membina langsung desa di Kabupaten Sintang, telah menunjukkan upaya keberhasilan dalam membina kapasitas pemberdayaan,” tuturnya.

Ahmad juga menjelaskan, hasil akhir dari kegiatan lomba desa, berguna untuk semakin meningkatkan potensi di desa. Hasilnya adalah menjadi wakil di tingkat nasional. Kalau berhasil mendapatkan peringkat yang baik pada tingkat provinsi, maka Desa Sungai Pukat nantinya mewakili Kalbar untuk bersaing di tingkat nasional.

“Kita bersaing dengan 10 provinsi di wilayah Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Jadi masih ada tahapan tertinggi. Mari kita kerja keras dan lengkapi apa yang menjadi kekurangan-kekurangan. Mari kita tonjolkan kelebihan kita,” jelasnya. (IP-01)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: