banner 468x60

Pelayanan Kesehatan Bukti Kehadiran Pemerintah di Kubu Raya

  • Bagikan
Pemkab Kubu Raya
Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan. (Foto Jaka Iswara, Humas Pemkab Kubu Raya)

KUBURAYA, insidepontianak.com – Pelayanan kesehatan yang memenuhi standar menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakatnya. Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan menyatakan hal itu, di sela kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kabupaten Kubu Raya di Gardenia Resort Kubu Raya.

“Setiap orang akan merasa hadir atau tidaknya pemerintah, apalagi pemerintah daerah saat mereka mengalami gangguan, terutama ganggguan kesehatan,” katanya, Rabu (19/6/2019).

Muda menuturkan, dalam berbagai kesempatan dirinya selalu mengingatkan tentang problem kesehatan masyarakat. Hal itu dilakukannya, karena ia menghendaki adanya pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat.

“Kenapa? Karena memang ini adalah potret, bagaimana sebetulnya pemerintah itu hadir dan ada,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa, masyarakat bisa hidup tenang. Ketenangan itu bisa tercapai jika ada kecukupan pangan, gizi, pendidikan, kesehatan, dan seterusnya. Termasuk ketika mengalami sakit, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.

“Kerja-kerja kita ke depan, tentulah kerja-kerja yang harus terukur dengan langkah-langkah fokus menuju percepatan. Capaian yang ingin kita kejar, harus kita tancapkan dengan kokoh dan menjadi sebuah ruang yang membangun atmosfer dalam perspektif kita,” tuturnya.

Muda menyebut problem utama kesehatan adalah akses. Karena itu, pemerintah daerah mengutamakan pelayanan mendekatkan. Yakni, mengejar percepatan supaya ada peningkatan di pusat kesehatan masyarakat, kemudian sebaran sarana dan sumber daya manusia yang tersebar.

Menurutnya, luas wilayah Kubu Raya yang hampir 70 ribu hectare, dengan lebih separuhnya wilayah perairan sungai dan laut menjadi tantangan yang tidak ringan.

“Dalam Rakerkesda, dari diskusi yang dilakukan diharapkan ada rumusan-rumusan yang sifatnya langsung mendarat kepada solusi. Artinya, kita melakukan langkah strategi yang mungkin tidak rutinitas. Tujuannya, supaya ada inovasi-inovasi sehingga ada percepatan,” terangnya.

Muda menegaskan, pelayanan publik di bidang kesehatan adalah hak mutlak masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah fokus mengarahkan kerja pada pelayanan yang meringankan masyarakat. Di mana hak masyarakat bisa terlayani dengan maksimal dan tidak membebani.

“Jadi kita tidak bisa memandang itu adalah bantuan pemerintah, tapi itu adalah hak masyarakat untuk terlayani secara maksimal,” tegasnya.

Muda menyatakan, terlihatnya hasil kerja pelayanan kesehatan akan dapat membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah. Pada gilirannya partisipasi warga pun akan meningkat.

“Partisipasi dan pelibatan warga akan jauh meningkat, apabila kita menunjukkan keseriusan dengan langkah-langkah kita dan berusaha membahagiakan, menyenangkan, dan memberikan perhatian serius kepada masyarakat,” sebutnya. (jek/01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: