banner 468x60

Wali Kota Edi Kamtono Sebut Komunikasi Solusi Penuntasan Masalah

  • Bagikan
Kota Pontianak
SAMBUTAN - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memberikan sambutan pada acara komunikasi sosial dengan aparatur Pemkot Pontianak dan Kubu Raya, di Makodim 1207/BS, Kamis (20/6/2019). (Foto Jimi/Humas Pemkot)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Edi Kamtono mengatakan, komunikasi yang baik, merupakan solusi menuntaskan suatu masalah. Edi mengatakan hal itu, saat mengikuti acara Kodim 1207/BS, yang menggelar acara komunikasi sosial dengan aparatur pemerintah di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya di Aula Makodim 1207/BS, Kamis (20/6/2019).

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyambut baik digelarnya agenda ini, sebagai wujud yang harus senantiasa dibudayakan. Sebab, apabila terjadi permasalahan di lapangan, hal itu bisa dikomunikasikan dengan baik.

“Apabila kota kita dalam situasi kondusif, pastinya akan berdampak terhadap kelancaran pembangunan mau pun perekonomian,” ujarnya.

Edis menyebut, dari hasil pertemuan tersebut, banyak hal yang menjadi catatan bagi semua pihak. Oleh sebab itu, komunikasi ini juga sebagai bentuk koordinasi antar instansi dan stakeholder. “Dengan koordinasi yang baik dan tanggap, maka permasalahan yang terjadi akan cepat terselesaikan, sehingga tidak merugikan banyak pihak,” tutur dia.

Komandan Kodim (Dandim) 1207/BS Pontianak, Kol Arm Stefie Jantje Nuhujunan menjelaskan, program komunikasi itu, merupakan bagian dari kegiatan TNI Angkatan Darat yang sudah berjalan secara rutin dari tahun ke tahun.

Ketika menyelenggarakan acara komunikasi tersebut, pihaknya merangkul semua stakeholder dan instansi pemerintahan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

“Sengaja kita gelar setelah Lebaran dan Pemilu kemarin. Inilah saatnya untuk saling bermaaf-maafan,” terangnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat, baik yang berada di wilayah Pontianak maupun Kubu Raya, supaya cerdas dalam bermedia sosial. Apalagi dampak dari kemajuan IT di era digitalisasi ini, banyak bermunculannya informasi hoax.

“Jangan terpengaruh dan terprovokasi berita yang sifatnya masih dalam kategori belum dapat diyakini kebenarannya,” pesannya. (jim/01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: