banner 468x60

Bupati Sintang Tancap Tiang Rumah Betang, Saat Buka Gawai Dayak Sub Suku Undau

  • Bagikan
Gawai Dayak
TIANG - Bupati Sintang menancapkan tiang tanda dimulainya pembangunan Rumah Betang, Sub Suku Dayak Undau di Desa Tertung Mau, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Sabtu (29/6/2019). (Foto Humpro Sintang)

SINTANG, insidepontianak.com – Bupati Sintang, Jarot Winarno menancapkan tiang pembangunan rumah betang, saat membuka Gawai Dayak Sub Suku Undau di Desa Tertung Mau, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Sabtu (29/6/2019).

Acara dibuka ditandai dengan pembukaan kain penutup tempayan yang berisikan minuman khas Dayak, yaitu Tuak Pemali sekaligus melaksanakan penancapan tiang pertama pembangunan rumah betang adat Dayak Desa Tertung Mau.

Dalam kegiatan pembukaan gawai Dayak, Bupati Sintang didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman.

Pada sambutannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa kegiatan gawai ini sangat luar biasa, karena di dalamnya terdapat momentum mensyukuri warisan leluhur yang harus dilestarikan.

“Hari ini kita syukuri agenda tutup tahun sebagai momentum warisan nenek moyang yang sangat luhur, sehingga ini saya ucapkan luar biasa, mudah-mudahan rezeki semakin melimpah dan kita dapat menyongsong tahun depan lebih baik lagi,” kata Jarot.

Menurut Bupati Sintang bahwa hasil Musyawarah Adat Sub Suku Dayak Undau ingin memajukan sektor pertanian, agar tidak tertinggal.

Kegiatan gawai ini memiliki makna untuk saling menghargai satu sama lain. Nenek moyang mengajarkan bahwa adat mengatur manusia dengan Tuhan. Adat mengatur sesama manusia untuk saling menghormati, dan menghargai.

“Kalau tidak diganggu maka tidak akan menganggu orang lain, maka kita hidup haruslah rukun,” tambah Jarot.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Sintang menyampaikan pesan pembangunan dalam kegiatan pembukaan Gawai Dayak, November 2018, Pemkab Sintang sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut.

Dia menegaskan, sebenarnya sudah dilelang, akan tetapi terkait pilpres jadi kita tunda dan akan dimulai pelelangannya minggu depan, secara kontraktual saya fokuskan pada titik-titik kritis yang harus dituntaskan, dengan harapan dapat memperbaiki jalan yang rusak, dengan demikian kalau jalan sudah bagus, baru kita fikirkan listrik untuk masuk ke daerah itu.

Ketua Panitia Pelaksanaan Gawai Dayak, Bangun mengatakan bahwa kegiatan Gawai Dayak dilaksanakan selama dua hari, bertujuan mensyukuri hasil panen dan tutup tahun.

Penyelenggaraan Gawai Dayak Sub Suku Undau dari tanggal 28-29 Juni 2019. Tanggal 29 Juni 2019, adalah puncak kegiatan Gawai Dayak, dimana sebagai gawai tutup tahun setelah habis panen yang dilaksanakan.

Sementara itu, Kepala Desa Tertung Mau, Kadi berharap kepada pemerintah Kabupaten Sintang untuk dapat membantu hadirnya listrik di Desa Tertung Mau. “Harapan kami listrik di sini bisa masuk sampai ke Desa Tertung Mau, dan kemudian jalan masuk ke desa kami perlu diperhatikan,” kata Kadi.

Setelah kegiatan pembukaan Gawai Dayak, Bupati Sintang bersama rombongan lainnya, melakukan pembukaan Tuak Pemali, sekaligus penancapan tiang pertama pembangunan rumah betang adat Dayak di Desa Tertung Mau yang dialokasikan melalui dana desa sebesar 150 juta rupiah. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: