banner 468x60

Kasat Narkoba Ketapang Sebut Semua Kecamatan Sudah Terkontaminasi Narkoba

  • Bagikan
Polres Ketapang
KONPRES - Polres Ketapang mengadakan konferensi pers di Aula Polres Ketapang, Selasa (2/7/2019). Terkait Operasi Pekat yang telah dilakukan, Polres berhasil mengungkap 323 kasus. (Foto Insidepontianak.com)

KETAPANG, insidepontianak.com – Polres Ketapang berhasil mengungkap 323 kasus selama Operasi Pekat yang berlangsung sejak 17 hingga 30 Juni 2019. Hal ini disampaikan pada saat konferensi pers di Aula Mapolres Ketapang, Selasa (2/7/2019).

Waka Polres Ketapang, Kompol Pulung Wietono mengatakan, selama dua pekan Operasi Pekat dilaksanakan, pihaknya berhasil mengungkap berbagai kasus kejahatan dan telah memproses hukum puluhan pelaku kejahatan.

“Untuk kasus yang berhasil Polres dan Polsek Jajaran ungkap, ada 323 kasus dengan jumlah pelaku 346 orang,” ungkapnya, saat konferensi pers di Aula Mapolres Ketapang, Selasa (2/7/2019).

Ia melanjutkan, dari 346 pelaku sebanyak 68 tersangka diantaranya, dilanjutkan proses hokum. Sedangkan 278 orang lainnya dilakukan proses pembinaan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengatakan, jumlah kasus selama Operasi Pekat meningkat tajam. Dari Target Operasi (TO) pihaknya yang semula hanya 40 kasus, namun nyatanya pengungkapan pihaknya berhasil mengungkap 323 kasus.

“TO kita awalnya cuma 40 kasus, tapi selama Operasi Pekat kita berhasil mengungkap 323 kasus atau sekitar 830 persen dari TO,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kasat Narkoba Polres Ketapang, Iptu Anggiat Sihombing mengatakan, selama Operasi Pekat berlangsung, pihaknya bersama Polsek Jajaran berhasil mengungkap 14 kasus tindak pidana narkoba, dengan total 18 orang tersangka.

“Untuk total barang buktinya ada 18,67 gram narkoba,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, 14 kasus yang diungkap, diantaranya 1 kasus di wilayah Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kecamatan Air Upas 1 kasus,  2 kasus di Kecamatan Kendawangan, 2 kasus di Kecamatan Sandai, 2 kasus di Kecamatan Sei Laur, 1 kasus di Kecamatan Marau, 1 kasus di Kecamatan Jelai Hulu, 1 kasus di Kecamatan Benua Kayong dan 3 kasus di Kecamatan Delta Pawan.

“Jadi memang narkoba di Ketapang sudah sangat meresahkan, tidak ada lagi kecamatan yang bersih. Semua Kecamatan yang ada sudah terkontaminasi oleh narkoba. Untuk itu, tugas kita bersama untuk saling membantu dalam pemberantasan narkoba ini,” ajaknya. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: