Aho Ditusuk Orang Tak Dikenal di Siantan, Polisi Sudah Kantongi Identitas Pelaku

  • Bagikan
Siantan
KORBAN - Aho korban penuskan orang tak dikenal, Minggu (14/7/2019). Polisi sudah mengantongi nama pelaku dan mengejarnya. (Foto Insidepontianak.com)

PONTIANAK, Insidepontianak.com – Kepolisian masih memburu pelaku penusukan terhadap Hermanto alias Aho (35) yang terjadi tadi malam, Sabtu (13/7/2019) sekitar pukul 21.50 WIB di Jalan Selat Sumba 1, Parit Pekong Dalam Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara.

Warga Jalan Khatulistiwa, Gang Sinar Pelita Kelurahan Batu Layang ini, dianiaya oleh seseorang yang tak ia kenal, hingga menyebabkan luka sayat terbuka di bagian bawah dada, luka robek di bibir bawah, luka tusuk di perut sebelah kiri, dan luka robek di paha kanan.

Aho dibawa warga setempat ke Puskesmas 24 jam Siantan Hilir, guna mendapatkan pertolongan sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Antonius, untuk mendapatkan perawatan intensif dan dilakukan Visum Et Repertum.

“Sedangkan untuk pelaku saat ini masih dalam proses pencarian oleh pihak Polsek Pontianak Utara,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson, Minggu (14/7/2019).

Rully menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Abdullah Syam dengan mendatangi lokasi kejadian serta melakukan penyelidikan lebih lanjut, didapati identitas dugaan pelaku berinisial MRN, warga Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara.

Ia menjelaskan, pelaku menganiaya Aho dengan senjata tajam. Untuk motifnya, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan.

“Belum diketahui motifnya, karena korban belum bisa dimintai keterangan, dan pelaku masih dalam pencarian,” kata dia.

Berdasarkan keterangan saksi, YPA (41) yang kebetulan saat kejadian berada di lokasi kejadian menjelaskan, sekitar pukul 21.45 WIB, dirinya saat itu tengah bersama korban. Lalu, keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor dari rumah korban menuju Parit Pekong Dalam.

Sesampainya di Parit Pekong Dalam, tepatnya di jembatan, ia dan korban bertemu Akiu, teman mereka juga.

“Kami mengobrol-ngobrol sekitar 10 menit di jembatan. Kemudian ada laki-laki datang dan ngobrol dengan Aho,” ungkapnya.

YPA sempat mendengar sekilas pembicaraan antara Aho dan laki-laki yang pada saat itu mengenakan pakaian hitam itu.

“Kamu ya yang waktu itu nantang saya? Kemudian dijawab Aho, ‘bukan saya bang, abang salah orang’,” ungkap YPA, sambil menirukan percakapan itu.

Setelah itu, tiba-tiba pelaku mendorong Aho hingga terjatuh ke parit. Melihat hal itu, pelaku kemudian mengejar YPA dengan sebilah senjata tajam di tangannya. Namun YPA berhasil menghindar. Kemudian, pelaku saat itu melompat ke parit, dan menusuk Aho.

Selain YPA, seorang warga sekitar SV (22) mengatakan, saat itu dirinya mendengar suara meminta tolong. Setelah itu dirinya mengecek di lokasi, didapati seseorang di dalam parit. “Warga sekitar sudah banyak, kemudian ditolong oleh warga untuk naik ke atas, dan kondisi laki-laki itu (korban) badannya dalam keadaan banyak darah, serta ususnya hampir keluar,” ungkapnya.

Setelah itu, salah seorang warga lainnya kemudian berinisiatif membawa korban dengan menggunakan sepeda motor ke Puskesmas 24 jam Siantan Hilir.

Saat itu, SV mengaku sempat melihat wajah pelaku, namun dirinya tidak mengatakan tidak kenal terhadap pelaku. “Ciri-ciri pelaku saat itu ketika naik dari atas parit warna kulit agak gelap, menggunakan kaos warna gelap karena sudah bercampur dengan lumpur di parit, bercelana pendek dan mengunakan kopiah,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini, kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson tidak menutup kemungkinan adanya pihak keluarga korban yang merasa tidak terima.

Oleh sebab itu, untuk menghindari adanya tindakan main hakim sendiri, dirinya minta kepada petugasnya untuk melakukan penggalangan terhadap pihak keluarga korban, agar menyerahkan penanganan kasus tersebut sepenuhnya kepada pihak Kepolisian.

“Perlu kiranya dilakukan penyelidikan lebih lanjut, guna melakukan pengungkapan terkait kasus tersebut,” tutupnya. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: