banner 468x60

Bupati Muda Apresiasi Penerapan Tapping Box untuk Pantau Transaksi Wajib Pajak

  • Bagikan
Kabupaten Kubu Raya
TAPPING BOX - Bupati Muda Mahendrawan mendampingi Tim Korsupgah KPK RI di Kabupaten Kubu Raya, Jumat (19/7/2019). Tim KPK melakukan pemantauan dan evaluasi penerapan sistem pembayaran dan pemungutan pajak daerah, dalam jaringan atau online di Kabupaten Kubu Raya. (Foto Rio/Humpro Pemkab Kubu Raya)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Bupati Muda Mahendrawan mendampingin Tim Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (Korsupgah KPK) RI di Kabupaten Kubu Raya, Jumat (19/7/2019). Kunjungan itu untuk melakukan pemantauan dan evaluasi penerapan sistem pembayaran, dan pemungutan pajak daerah, dalam jaringan atau online di Kabupaten Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapresiasi penerapan alat perekam data transaksi usaha hotel, restoran, hiburan, dan parkir. Menurut dia, sistem yang didorong oleh KPK RI tersebut, sangat bagus karena akan menertibkan urusan pembayaran dan pemungutan pajak daerah.

“Ini langkah yang sangat baik dan suatu hal yang mudah-mudahan bisa diterapkan secara efektif,” kata Muda.

Ada sistem yang terbangun. Pihaknya membentengi supaya mencegah banyaknya pelanggaran. Dalam konteks supaya masyarakat dan wajib pajak ini menjalankan kewajibannya, sesuai dengan ketentuan. Dengan begitu, pajak akan langsung masuk ke kas daerah.

Muda menuturkan, hal tersebut membutuhkan peran serta para pelaku usaha wajib pajak. Pemasangan alat perekam data transaksi, akan berdampak positif untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan percepatan pembangunan bagi masyarakat.

“Sistem ini akan kita kawal bersama, termasuk pelaku usaha atau wajib pajak. Sekaligus kepada masyarakat juga disampaikan bahwa, setiap mereka membayar sesuatu, mereka bisa lihat dari struk. Mereka bisa merasa ikut berkontribusi, untuk pembangunan daerah juga,” ucapnya.

Muda menyatakan, pihaknya akan fokus menyampaikan program tersebut di kalangan pelaku usaha yang lebih luas. Imbauan akan terus dilakukan, agar terjadi pemahaman sehingga akhirnya menjadi sebuah kebiasaan.

Ia berharap, praktik-praktik yang baik, akhirnya membiasakan orang. Orang bisa bagus karena biasa dan akhirnya jadi membudayakan sesuatu yang positif, bagi pelaku usaha maupun semua pihak. Sehingga akhirnya terbangun dengan sendirinya kebiasaan perilaku baik itu.

“Semuanya bisa transparan dan masyarakat puas, karena ikut merasa berkontribusi dalam pembangunan,” terangnya. (rio/01)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: