banner 468x60

Program Inovasi ‘Cegah Si Manis Berujung Kronis’ Raih TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik

  • Bagikan
Kota Pontianak
PENGHARGAAN - Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menerima penghargaan dari Menpan RB di Ballroom Hotel Gumaya Tower Kota, Semarang, Kamis (18/7). Cegah Si Manis Berujung Kronis, Inovasi dari RSUD Kota Pontianak, ditetapkan sebagai Top 99 pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 oleh Kemenpan RB. (Foto Humpro Pemkot Pontianak)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Cegah Si Manis Berujung Kronis, Inovasi dari Rumah Sakit Umum Daerah Kota Pontianak, ditetapkan sebagai Top 99 pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) Republik Indonesia.

Penghargaan Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019, diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia kepada Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan di Ballroom Hotel Gumaya Tower Kota, Semarang, Kamis (18/7).

Terobosan yang lahir dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019, tidak hanya fokus pada penerapan sistem informasi, tetapi banyak juga bergerak dalam pemberdayaan masyarakat, mengakomodir kearifan lokal, serta kolaborasi dengan kaum muda atau milenial.

“Orientasinya bukan lagi sekedar untuk menjembatani kehadiran program pemerintah. Tetapi juga mengakomodir kebutuhan dan kecenderungan karakter, budaya, dan ‘DNA millenial’. Yaitu, pelayanan yang semakin cepat, mudah, mudah, aksesibilitas tinggi,” ujar Menteri Syafruddin, dalam acara Awarding Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Sebelum diterimanya penghargaan Top 99 inovasi pelayanan publik tahun 2019, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono juga telah memaparkan presentasi, dan wawancara untuk meraih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) Republik Indonesia di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Pada presentasi dijelaskan oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, inovasi Cegah Si Manis Berujung Kronis merupakan pelayanan kesehatan dengan melakukan pencegahan pada masyarakat, melalui Klinik Edukasi Diabetes Melitus. Masyarakat diberikan pengetahuan, sehingga penderita diabetes tidak mengalami penyakit komplikasi, dan penderita diabetes dengan komplikasi tidak memperparah komplikasinya.

“Intinya kita ingin memberikan edukasi kepada warga kota bahwa, menanggulangi diabetes melitus ini, tidak serta merta hanya dengan obat, tapi juga perlu proses perubahan perilaku karena akibat kencing manis, dapat menimbulkan penyakit yang lain,” kata Edi Kamtono dalam rilisnya, Jumat (19/7/2019).

Senada yang disampaikan Wali Kota Pontianak, Plt Direktur Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, dr Johnson menerangkan, inovasi ini muncul dengan melihat kondisi bahwa, jumlah penderita diabetes yang berobat ke Rumah Sakit Kota, cukup signifikan dengan waktu pelayanan yang sangat terbatas.

Karenanya, dikembangkan suatu klinik khusus, untuk edukasi dengan program lima pilar. Yaitu, perencanaan makanan, aktivitas fisik, kontrol gula darah, perencanaan obat dan diet.

“Klinik ini merupakan layanan pada penderita yang sudah kena Diabetes, agar tidak menjadi kronis sehingga inovasinya diberi nama Cegah Si Manis Berujung Kronis,” kata Johnson.

Adanya klinik ini, terbukti sangat efektif untuk mengedukasi pasien diabetes. Pasien yang patuh terhadap program lima pilar terhadap diabetes, dapat mengurangi  Haemoglobin A1c atau Glycated haemoglobin yang menjadi standar, untuk melihat keparahan dari penyakit diabetes.

Terpisah, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan  mengajak dengan diterimanya penghargaan Top 99 inovasi pelayanan public, bisa memotivasi jajaran Pemerintah Kota Pontianak untuk  menciptakan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Pontianak.

“Kita sudah sepatutnya bersyukur mendapat penghargaan ini. Tentunya ini memotivasi kita terus bekerja keras, sehingga mencapai tingkat yang terbaik, ” ujar Bahasan, usai menerima penghargaan.

Saat ini, pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, lembaga, TNI, Polri diwajibkan minimal memiliki satu inovasi pelayanan publik setiap tahunnya. Bahkan, penilaian ini dikompetisikan mulai dari tingkat nasional hingga internasional.

Bahasan berharap, inovasi dari Kota Pontianak, bisa masuk Top 45 sehingga ada penghargaan atau hadiah yang bisa digunakan, untuk melakukan percepatan  pembangunan yang sangat diperlukan. Apalagi ditengah keterbatasan ASN maupun sarana dan prasarana, baik di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pariwisata, yang semua ini tidak terlepas dari anggaran untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat kota Pontianak.

Mereka yang ditetapkan sebagai Top 99 ini dipilih dari 3.156 proposal inovasi yang diajukan secara online, melalui Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik).

Pada Top 99 inovasi, sebanyak 19 inovasi dari 12 kementerian. Sementara 8 pemerintah provinsi menghadirkan 12 inovasi. Dari 18 pemerintah kota menyumbangkan 21 inovasinya. Terbanyak adalah 27 pemerintah kabupaten yang menciptakan 41 inovasi pelayanan public, serta satu inovasi dari satu BUMN. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: