Cetak Pemandu Wisata Profesional, Disporapar Sanggau Latih 120 Pokdarwis  

  • Bagikan
Kabupaten Sanggau
PEMANDU - Disporapar Sanggau mengadakan pelatihan 120 orang dari Pokdarwis dan pegiat pariwisata se-Kabupaten Sanggau, 19-21 Juli 2019. (Foto Inside Pontianak)

SANGGAU, insidepontianak.com – Sebanyak 120 orang dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan pegiat pariwisata se-Kabupaten Sanggau, mengikuti pelatihan pemandu wisata atau tour guide alam dan budaya Kabupaten Sanggau 2019. Pelatihan tersebut digelar selama tiga hari,19-21 Juli 2019.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Assesor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalbar ini, digelar tiga tempat terpisah. Yaitu, di Hotel Emerald, Keraton Surya Negara dan lokasi wisata Batu Posok.

Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sanggau, Dayang Rukiah mengatakan, pelatihan tersebut digelar untuk menghasilkan pemandu wisata yang berkualitas dan profesional.

“Agar pemandu wisata mampu memberikan pelayanan yang ramah dan memuaskan kepada wisatawan. Dan mampu memberikan penjelasan maupun gambaran mengenai suatu objek wisata dengan baik dan jelas,” katanya, Minggu (21/7/2019).

Dayang menyebut, pelatihan ini merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan Disporapar Kabupaten Sanggau. Namun yang pertama diselenggarakan menggunakan dana nonfisik Kementerian Pariwisata.

Pesertanya dari Pokdarwis beberapa kecamatan. Yaitu, Kapuas, Tayan Hulu, Tayan Hilir, Balai Batang Tarang, Kembayan, Sekayam, Entikong, Toba, Jangkang, Mukok, Bonti dan para pegiat pariwisata di Kabupaten Sanggau.

Pelatihan ini diapresiasi Asisten II Setda Sanggau, Roni Fauzan. Ia berharap, pelatihan ini menghasilkan para pemandu wisata yang mampu memberikan bimbingan, penjelasan dan petunjuk mengenai objek wisata di Kabupaten Sanggau dengan baik, sehingga melalui para pemandu wisata tersebut, dapat tercipta pula citra pariwisata Sanggau yang penuh dengan kenangan indah.

Menurutnya, pelatihan ini sangat penting. Sebab, pemandu wisata dalam melaksanakan profesinya, dapat menjadi cerminan dari lingkungan pariwisata tempat dia melaksanakan tugasnya.

Dengan kata lain, apabila seorang pemandu wisata tidak mampu memberikan pelayanan yang ramah dan memuaskan, wisatawan yang menggunakan jasa pemandu wisata tersebut dapat menyimpulkan bahwa, masyarakat di lokasi pariwisata tersebut tidak ramah.

Kemudian, apabila seorang pemandu wisata juga tidak mampu memberikan penjelasan maupun gambaran mengenai suatu objek wisata dengan baik, maka berkuranglah hal-hal positif terkait lokasi wisata yang dikunjungi. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: