Dinkes Sanggau Segera Ajukan Keberatan Penurunan Status RSUD MTh Djaman

  • Bagikan
Status Rumah Sakit
Kadinkes Sanggau, dr Jones Siagian. (Foto Inside Pontianak)

SANGGAU, insidepontianak.com – RSUD M Th Djaman Sanggau masuk diantara rumah sakit yang direkomendasikan turun kelas atau tipe rumah sakit, dari kelas C menjadi kelas D. Rekomendasi itu dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, berdasarkan hasil reviu atau penelaahan kelas rumah sakit yang dilakukan terhadap seluruh rumah sakit di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, dr Jones Siagian menjelaskan, penyebab penurunan kelas terhadap RSDU M Th Djaman, karena ada sumber daya manusia yang belum ada, yaitu dokter anestesi.

“Yang turun itu hanya kompetensinya. Karena salah satu dokter persyaratan tipe C tidak ada, yaitu dokter anestesi. Tapi kalau misalnya kelasnya itu tetap C, tapi kompetensinya, rumah sakit yang bersangkutan tidak boleh menangani yang katakanlah kalau operasi, karena tidak ada dokter anestesi, seperti itulah,” katanya, Senin (22/7/2019).

Terkait rekomendasi tersebut, Jones memastikan, pihaknya akan melayangkan keberatan ke Kemenkes. “Kita akan sampaikan keberatan ke kementerian, kita mau direviu ulang. Artinya, kita sudah berusaha, bukan kita tidak mau memenuhi persyaratan dokter anestesi, tapi dokter spesialis tersebut memang langka,” jelasnya.

RSUD M Th Djaman telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional. Artinya, rumah sakit ini dituntut untuk mengembangkan kelas rumah sakit dari kelas C menjadi kelas B, serta harus memiliki layanan unggulan. Oleh karena itu, Rumah Sakit Rujukan Regional ini menjadi prioritas untuk menyaluran dana APBN ke daerah melalui DAK.

Namun begitu, Jones optimis penetapan sebagai RSUD M Th Djaman sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional tidak akan bergeser. Karena pihaknya masih punya kesempatan, untuk mengajukan keberatan terhadap rekomendasi tersebut.

“Tidak serta merta (penetapan sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional dicabut). Makanya kita punya waktu 28 hari, terhitung sejak 15 Juli 2019 untuk membuat keberatan. Dan kemudian apakah kita bisa memenuhi dalam waktu dekat. Kalau itu bisa kita penuhi otomatis tidak ada pengaruh apa-apa,” katanya.

Untuk meyakinkan Kemenkes, Pemkab Sanggau melalui Direktur RSUD M Th Djaman telah melakukan komunikasi dengan dokter anestesi di Pontianak.

Penyelesaian jangka pendek untuk mengatasi masalah tersebut, Direktur RSUD M Th Djaman sudah mencoba menghubungi teman-teman dokter anestesi di Pontianak. “Istilahnya kontrak sama kita. Itu salah satu yang ingin kita sampaikan ke Kemenkes. Kompetensinya itu jangan sampai turun begitulah,” ungkap Jones.

Kemudian, Pemkab Sanggau juga akan menyekolahkan dokter umum menjadi dokter anestesi. “Tahun ini, rencananya kita mau menyekolahkan dokter anestesi. Kita akan ikat dengan kontrak, minimal 10 tahun tugas di Sanggau,” pungkasnya. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: