banner 468x60

Polisi Tangkap Lima Deb Collector yang Aksinya Sempat Hebohkan Medsos

  • Bagikan
Polresta Pontianak
DITANGKAP - Polisi menangkap lima debt collector yang aksinya sempat menghebohkan media sosial, akrena terekam saat ambil paksa mobil yang menunggak, Rabu (24/7/2019). (foto Inside Pontianak)

PONTIANAK, Insidepontianak.com – Kanit 1 Harta Benda (Harda) Polresta Pontianak, Iptu Sagih menjelaskan, terkait viralnya video lima orang dept collector yang menarik paksa kendaraan korbannya, dan sempat heboh di sosial media beberapa waktu lalu. Kelima pelaku tersebut, memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksinya.

Hal tersebut disampaikan Sagih, saat merilis kasus tersebut dengan menghadirkan kelima pelaku di Polresta Pontianak kota, Rabu (24/7/2019) siang.

“Di sana (TKP) para pelaku masing-masing punya peran,” ungkap Sagih.

Peran yang dimaksud Sagih, dalam mengeksekusi korban agar tidak mampu melakukan perlawanan, saat diambil kunci dan ditarik paksa kendaraan tersebut, masing-masing pelaku punya peran memegang bagian tubuh korbannya.

Adapun insial pelaku adalah BA (28), RA (29) dan DP warga Jalan HRA Rahman, Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat. DS (47) warga Jalan Apel, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat. MD (33) warga Jalan Pembangunan, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Kata Sagih, RA bertugas memegang tangan kanan korban, DP memegang tangan kiri, DS memegang kaki kanan dan MD memegang kaki kiri korban. Sementara BA bertugas mengambil kunci kendaraan tersebut di saku celana korban.

“Setelah mengambil kunci tersebut, BA menyerahkan kunci itu ke yang paling kanan, DP,” ungkap Sagih.

Sebelumnya, Sagih mengatakan kasus ini berawal dari adanya laporan peristiwa pidana pengeroyokan terhadap korban bernama Ajang, warga Jalan Beringin Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, di depan Royal Gardenia Jalan Terminal Hijas, KecamatanPontianak Selatan, Selasa (23/7/2019) lalu.

Diketahui bahwa, Ajang memang memiliki kendaraan roda empat merk Daihatsu Sigra dengan nomor polisi KB 1801 SN, yang dibelinya secara kredit melalui leasing Oto Finance. Angsuran mobil itu sudah masuk bulan ke 14, namun untuk angsuran dua bulan terakhir, yakni Juni dan Juli 2019, Ajang menunggak.

Melalui surat tugas dan kuasa yang dikeluarkan oleh leasing tersebut, kelima dept collector tersebut melakukan penarikan paksa terhadap korban.

Awalnya, kelima dept collector ini sudah mengintai dan mengikuti korbanya sejak jam 11.00 WIB. Di perjalanan, kelimanya sempat menggedor-gedor pintu mobil korban, agar menghentikan kendaraan tersebut. Namun korban tidak merespon hingga sekitar pukul 15.00 WIB, kelimanya berhasil menahan korban di lokasi kejadian tersebut.

“Di sana para pelaku yang masing-masing berperan memegang bagian tubuh korban, ada yang kaki kiri-kanan, dan tangan korban. Sehingga korban tidak bisa melakukan perlawanan dan salah satu pelaku mengambil kunci mobil, dan menyerahkan ke DP sebelum akhirnya diserahkan (mobil) ke perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh korban, pelaku ini sempat melakukan penganiayaan. Hal itu juga dibuktikan dengan adanya bekas pitingan di leher, dan tangan sebelah kanan korban.

“Tapi pelaku tidak mengakui itu, namun kita sudah lihat bekas-bekas penganiayaan di tubuh korban,” jelasnya.

Lalu, pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB, Pers Jatanras Polresta Pontianak Kota melakukan penyelidikan keberadaan kelima pelaku. Hinggal pada pukul 21.00 WIB didapati informasi bahwa, kelima pelaku sedang berada di Gudang Oto Finance, Jalan Danau Sentarum, Kecamatan Pontianak Kota.

“Di sana kami berhasil mengamankan kelimanya dan langsung membawa ke Polresta Pontianak, guna penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Selanjutnya, kelima pelaku ini akan dijerat pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: