banner 468x60

Menlu Retno Kunjungi Polda Kalbar Bahas Korban Pengantin Pesanan

  • Bagikan
Mapolda Kalbar
PENGAWASAN - Menlu Retno Marsudi menandatangani komitmen untuk penanganan trafficking di Kalbar, Kamis (25/7/2019). (Foto Polda Kalbar)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi berkunjung ke Mapolda Kalimantan Barat dengan agenda pertemuan korban pengantin pesanan. Gubernur Kalimantan Barat  Sutarmidji, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Bupati Sambas dan kepala dinas terkait yang ada di Bumi Khatulistiwa ini.

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi menegaskan, pada bidang diplomatik Indonesia sudah menyampaikan konsen RI pada pemerintah Tiongkok.

“Saya sudah melakulan pertemuan dengan duta besar Tiongkok, dan duta besar kita yang berada di Tiongkok sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, untuk menyamakan persepsi bahwa kasus ini dilihat sebagai dugaan tindak pidana TPPO, bukan hanya pernikahan biasa,” kata Retno, Kamis (25/7/2019).

Menlu mengaku, sebagai perempuan, dirinya juga sangat miris melihat kasus ini, karena melibatkan perempuan Indonesia yang menjadi korban. Sebagian dari mereka masih berusia sangat muda, satu diantara tujuh yang ditemui, berusia 14 tahun.

Retno  berharap kerja sama yang baik antara semua pihak, terutama yang berada di hulu, untuk melakukan pencegahan dari pihak kepolisian. Juga saya minta komitmen yang tinggi untuk membuka dari kejahatan transnasional ini.

Sementara, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menyebut kasus  para korban pengantin pesanan, musti semua pihak sadar akan arti pentingnya menjaga keluarga di antara mereka.

“Ini termasuk transnasional crime. Sehingga penanganannya termasuk extra ordinary crime. Hal ini menjadi hal yang sangat utama bagi kita,” kata Didi.

Kapolda menegaskan tidak main-main dengan permasalahan tersebut.

Ia berjanji akan mengembangkan lagi terkait kasus-kasus masalah Dukcapilnya. Pemalsuan identitas dan sebagainya.

Didi menjelaskan, dari tiga tersangka ini, korbannya ada lima yang sudah berangkat. Yang belum berangkat ada dua orang. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: