Pemuda Dayak Toba Persembahkan Danau Laet untuk Wisatawan Milenial

  • Bagikan
DANAU LAET - Danau Laet tempat wisata di Sanggau yang menawarkan beragam spot menarik untuk wisatawan milenial. Ada spot swa foto, wahana bermain air, home stay, menelusuri kebun bakau. (Foto FB Danau Laet)

Gencarnya promosi foto dan video, menampilkan wajah Danau Laet sebenarnya melalui media sosial, tidak saja membuat nama obyek ekowisata ini melambung. Lebih dari itu. Pesona “Kolam Raksasa” itu ternyata mampu mengangkat derajat suku Dayak Toba di Desa Subah. Membuka akses sosial kepada masyarakat luas, saat desa mereka masih terisolir.

Sorot mata Boy Sandi (29) langsung tertuju pada landscape danau dan belasan gugusan pulau nan luas. Ibarat sedang dihadapkan dengan gadis yang sedang bersolek. Kepala Boy langsung menggeleng, menandakan takjub, manakala sejauh mata memandang, tampak kejernihan air danau, ditambah keberadaan gugusan pulau kecil tampak timbul di permukaan danau, menjadi daya tarik yang unik untuk disinggahi.

“Selamat Datang di Danau Laet,” teriak Boy, dari atas tangga, sambil menghadap danau.

Boy Sandi, satu di antara pengunjung asal Kota Pontianak, memiliki sejuta harapan, manakala setiap kali libur kerja tiba. Ia memiliki berkeinginan, meski dalam sehari, setidaknya bisa mendatangi lokasi obyek ekowisata, dengan akses yang dekat dan murah.

Demi mewujudkan harapan itu, Boy pun memulainya dari mesin pencarian Google di ruang kerja. Upaya petualangan mencari spot wisata yang diinginkan, akhirnya ditemukan juga.

Tepatnya, pada sebuah laman di media social. Boy melihat sebuah postingan beragam foto panorama Danau Laet, lengkap dengan fasilitas wahana bermain dan beragam spot foto di dalamnya. Rasa penasaran semakin menjadi, begitu melihat laman berupa postingan gambar pemandangan tersebut dan komentar positif, yang kebanyakan memuji keindahan ekowisata baru ini.

“Butuh waktu lima menit saja, saya putuskan berangkat besok hari. Saya ajak rekan kerja saya, untuk berangkat ke Laet,” kata Boy.

Benar saja. Begitu masuk ke areal danau. Beragam fasilitas penghilang penat pun disuguhkan oleh pihak pengelola.

Nuansa alam pun semakin berasa, di pinggiran danau, terdapat hamparan hutan bakau. Begitu angin sepoi berhembus, udara segar yang dihirup, setidaknya ampuh untuk menghilangkan penat sejenak, saat berada di kawasan danau.

Di areal ini, pengelola cukup lihai bagaimana memoles kawasan ini menjadi eksotik. Konsepnya sederhana. Memanfaatkan nuansa alam yang telah ada diselaraskan dengan penambahan infrastruktur pendukung lainnya.

Mulai dari keberadaan gazebo, akses jembatan dari bahan bambu yang memanjang dan menjulur dari pintu masuk ke arah bibir danau, hingga keberadaan sejumlah spot foto untuk mengakomodir kepentingan para instagramable. Mulai dari spot foto berbentuk Love dan bintang dengan membelakangi Danau Laet, ornamen perahu yang terpajang di atas pohon bakau, hingga adanya ayunan gantung.

Jika sudah puas dengan berselfie ria, pengunjung tidak ada salahnya mencoba berjalan melewati  jembatan bambu di dalam kawasan hutan bakau sepanjang 600 meter ke arah utara dari pintu masuk danau.

Setelahnya, pengunjung akan tiba pada sebuah titik, keluar dari hutan bakau menuju bibir danau. Di sini, terdapat dermaga kecil dengan penawaran paket bermain wahana air. Mulai dari balon air, sepeda engkol hingga bebek engkol. Pengunjung cukup merogoh kocek Rp 15 ribu, sudah bisa bermain air danau sekitar 20 menit lamanya. Hanya saja, untuk paket ini, pengunjung hanya bisa bermain seputar pinggiran danau.

Jika mau yang lebih, misalnya berkeinginan mengelilingi danau seluas 800 hektare ini, traveler bisa menyewa speed boat dengan mesin 12 PK. Hanya saja, tarif lebih mahal, yakni Rp 150 ribu untuk kapasitas muatan perahu enam orang.

Tak hanya itu, bagi pengunjung yang ingin lebih dekat dengan alam, kawasan ini menyediakan paket kemping atau berkemah.

Bagi mereka yang tidak membawa peralatan berkemah, seperti tenda, pengelola sudah menyediakan home stay, tepat di sebelah selatan pintu masuk danau. Dinding dan atap bangunan ini dikemas dari bahan dasar bambu. Sedangkan untuk lantai sudah dipoles porselen.

Saat ini baru tersedia empat kamar dengan konsep kopel. Fasilitas yang disediakan pun masih terbatas. Masing-masing ukuran kamar seluas 4 X 4 meter persegi itu, baru dilengkapi tempat tidur dan kipas angin. Adapun tarif yang ditawarkan Rp 250 ribu per malam. Plus sudah termasuk dua kali sarapan nasi goring, untuk satu orang penghuni kamar.

Jika tidak ingin menginap di home stay, para backpaper bisa memilih gazebo diperbolehkan untuk bermalam. Atau, mendirikan tenda di areal perkebunan karet milik masyarakat, tepatnya di belakang pemukiman warga.

SWAFOTO - Wisatawan bisa berfoto di berbagai tempat di Danau Laet, yang menawarkan lokasi menarik dan unik sebagai danau alami bagi wisatawan mileneal di Kalbar.
SWAFOTO – Wisatawan bisa berfoto di berbagai tempat di Danau Laet, yang menawarkan lokasi menarik dan unik sebagai danau alami bagi wisatawan mileneal di Kalbar.
Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: