Emak Iah dan Ato Bersyukur Dapat Bantuan dari Kapolsek Kadupandak

Polsek Kadupandak
KEBAKARAN - Warga di RT 002 RW 008, Kampung Babakansirna, Desa Parakantugu, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berfoto bersama dengan Kapolsek Kadupandak, Ajun Komisaris Polisi Yusup Ruhiman dan anggota yang memberikan bantuan di lokasi kebakaran. (Foto Polsek Kadupandak)

CIANJUR, insidepontianak.com – Tanggal 31 Juli 2019, merupakan hari yang diingat oleh Emak Iah dan Ato. Ketika itu, hari masih pagi ketika asap mengepul membelah langit, sebuah desa yang hening. Waktu masih menunjuk pukul 09.30 WIB.

Warga panik. Api menjalar dengan cepat. Menghanguskan empat unit rumah warga di RT 002 RW 008, Kampung Babakansirna, Desa Parakantugu, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Berita itu segera terdengar. Petugas Kepolisian Sektor Kadupandak bergerak cepat menuju lokasi kejadian, setelah mendapat laporan dari warga setempat melalui pesan singkat.

Kapolsek Kadupandak, Ajun Komisaris Polisi Yusup Ruhiman dan anggota tiba di lokasi kebakaran. Ia segera merinci kebakaran rumah warga Parakantugu. Korban kebakaran di antaranya, Emak Iah (85). Sehari-hari menjadi ibu rumah tangga. Rumah panggung berukuran 6 x 12 meter milik nenek Iah terbakar.

Rumah kedua milik Ato (55), wiraswasta. Rumah panggung berukuran 13 x 9 meter miliknya juga terbakar. Rumah ketiga milik Sarnudin (48), rumah panggung juga berukuran 6 x 13 meter. Rumah keempat milik Markonah (50), rumah permanen berukuran rumah 6 x 14 meter.

Kebakaran pertama kali terjadi di dapur Ato. Mak Iah yang pertama kali melihatnya. Kebakaran terjadi karena tungku milik Ato lupa dipadamkan.

“Diduga, Ato terburu-buru meninggalkan rumah untuk berangkat ke sawah,” ujar Yusup.

Api membakar hangus rumah Ato. Tak hanya itu, api juga menjalar ketiga rumah lainnya. Jarak rumah saling berdekatan. Akibat kebakaran empat rumah tersebut, korban mengalami kerugian materi sekira Rp600.000.000.

“Korban jiwa tidak ada. Hanya korban hewan ternak kambing milik Ato, sebanyak delapan ekor kambing, terdiri dari empat kambing betina dan empat jantan. Semuanya mati,” ucap Yusup merinci.

Polisi mendata dan melihat tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi ditanya tentang ihwal kebakaran. Tujuannya, demi pengembangan masalah tersebut.

Kapolsek pun berkoordinasi dengan Camat dan Kasi Kesra. Bantuan pakaian dari PMI dan sembako dari Dinas Pertanian didapatkan. Polisi juga berkoordinasi dengan Ustad Pelor, Ketua Baznas Kecamatan Cijati, untuk segera memperoleh bantuan bagi warga.

Selanjutnya, Kapolsek Kadupandak, AKP Yusup Ruhiman beserta anggota melakukan kegiatan bakti sosial, memberikan bantuan sembako dan pakaian kepada korban kebakaran.

Melihat bantuan tiba, Emak Iah dan  Ato terlihat semringah. Wajah keduanya berseri menerima bantuan. “Tidak nyangka saya dibantu sama Pak Polisi. Terkejut saya,” tutur Emak Iah.

Hal senada dituturkan Ato. Ia mengaku terharu dapat bantuan itu.

“Asli, inimah bentuk nyata kiprah nyata Pak Kapolsek Kadupandak. Semoga saja beliau sehat selalu, dan dimudahkan rejeki, lancar jaya,” tutur Ato, meneteskan air mata.

Kapolsek Yusup menuturkan, ia beserta jajaran memang terketuk hatinya memberikan bantuan kepada korban kebakaran warga Desa Parakantugu.

“Harapan kami, dengan bantuan ini korban kebakaran empat unit rumah dapat terbantu dan bermanfaat,” kata Yusup. [cucu/01]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *