banner 468x60

BMKG Imbau Warga Tak Termakan Isu, Gempa Bumi Belum Dapat Diprediksi

  • Bagikan
Gempa Bumi
GEMPA BUMI - Dua orang warga di Cicantayan, Sukabumi Regency menyaksikan rumah yang roboh akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,9 di perairan Hindia selatan Jawa, Jumat (2/8/2019). (Foto BMKG)

JAKARTA, insidepontianak.com – Terkait dengan berkembangnya berita yang viral di media sosial bahwa akan terjadi gempa bumi besar berkekuatan magnitudo 9,0 pasca terjadinya gempa Banten magnitudo 6,9.

“Maka dengan ini kami memberikan tanggapan sebagai berikut,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.

Pertama, isu yang berkembang tersebut tidak benar, karena peristiwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapapun: kapan, di mana, dan berapa kekuatannya.

Kedua, gempa bumi terjadi akibat deformasi batuan yang terjadi secara tiba-tiba, pada sumber gempa yang sebelumnya mengalami akumulasi medan tegangan (stress) di zona tersebut, pengaruh penjalaran stress untuk proses  selanjutnya secara kuantitatif masih sulit untuk diketahui.

Ketiga, teori yang berkembang saat ini baru dapat menjelaskan bahwa, sebuah gempa bumi utama dapat membangkitkan atau memicu aftershocks, dan masih sulit untuk memperkirakan gempa besar rentetannya. Seperti beberapa kasus gempa bumi doublet,  triplet (dua atau tiga kejadian gempa bumi tektonik dalam waktu dan lokasi yang relatif berdekatan, dan seterusnya).

Keempat, masyarakat diimbau agar tetap tenang namun waspada, dan tidak percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kelima, yang lebih penting dan urgent adalah, melakukan langkah-langkah mitigasi terkait kesiapan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi.

“Siapkan bangunan rumah anda sesuai dengan konstruksi aman gempa,” katanya.

Juga menyiapkan perabotan-perabotan yang kuat, dan dapat menjadi tempat perlindungan sementara saat terjadi gempa. Menyiapkan jalur evakuasi yang aman di lingkungan tempat tinggal.

Selanjutnya agar terus berlatih untuk evakuasi mandiri, dan terus monitor info BMKG, baik melalui sosial media, mobile Apps, website, ataupun kanal-kanal resmi BMKG untuk informasi gempa bumi dan lainnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: