Balai Gakkum LHK Kalimantan Tangkap 17 Pembalak Liar di Perbatasan Sambas-Malaysia

Gakkum
DITANGKAP - Sporc Brigade Bekantan Seksi Wilayah III Pontianak Balai Gakkum LHK Kalimantan, bersama-sama dengan POM Kodam XII Tanjungpura, dan Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar,menangkap pelaku pembalakan liar di Kawasan Hutan Lindung Gunung Bentarang, Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, ditangkap Jumat (2/8/2019). (Foto Sporc)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sporc Brigade Bekantan Seksi Wilayah III Pontianak Balai Gakkum LHK Kalimantan, bersama-sama dengan POM Kodam XII Tanjungpura, dan Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar, berhasil menangkap 17 pelaku penebangan liar di perbatasan Sambas dan Malaysia.

“Mereka ditangkap dalam suatu Operasi Gabungan Penegakan Hukum di Kawasan Hutan Lindung Gunung Bentarang, Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Jumat (2/8/2019), sekitar pukul 10.30 WIB,” kata Hari Novianto dari Gakkum LHK Kalimantan, dalam rilisnya, Senin (5/8/2019).

Bacaan Lainnya

Penyidik menetapkan enam orang pembalak liar tersebut. Diantaranya berinisial RS (40), AM (40), IN (34), TRS (35), PRV (53) dan SYH (43) sebagai tersangka, sedang ke 11 orang lain berstatus sebagai saksi.

Tersangka dititipkan di tahanan Polda Kalbar, sedangkan barang bukti berupa dua unit chainsaw merk STHIL, 10 parang, dua sepeda motor, enam buah bentor, empat dirigen berisi bensin dan oli, ratusan batang kayu log dan olahan jenis belian dan meranti, yang masih berada di dalam hutan, namun telah dilakukan penyisihan sebagai barang bukti sitaan, telah diamankan di Mako Sporc Brigade Bekantan Pontianak.

Ketujuh belas pelaku tertangkap tangan oleh Tim Opsgab, ketika sedang menebang pohon, merakit kayu, serta mengangkut kayu dengan menggunakan gergaji mesin/chain saw dan bentor di sekitar Sungai Gaduh, dalam hutan lindung Gunung Bentarang yang hanya berjarak 3 Km dari perbatasan RI-Malaysia.

“Operasi tangkap tangan merupakan bagian dari kegiatan Operasi Gabungan Penegakan Hukum Kawasan Hutan di perbatasan Negara RI-Malaysia,” kata Hari.

Pada Jumat (2/8/2019), sekitar pukul 10.30 WIB, Tim menyisir Kawasan Hutan TWA Gunung Melintang dan Hutan Lindung di Gunung Bentarang, mula-mula Tim menangkap PRV (53) beserta pelaku lainnya yang sedang merakit kayu jenis belian.

Tak lama kemudian, Tim menangkap RS (40) dan AM (40) yang baru selesai menebang pohon jenis belian dan meranti. Di tempat berbeda, Tim menangkap SYH (43) pada saat mengangkut kayu belian dengan sepeda motor. Sekitar pukul 13.45 WIB, Tim berhasil menangkap IN (34) pemilik kayu yang saat itu berada di sekitar tempat penumpukan kayu di hutan lindung Gunung Bentarang.

Keenam tersangka tersebut diancam dengan Pasal 82 Ayat (1) huruf c dan Pasal 83 Ayat (1) huruf b dan atau Pasal 84 Ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, plus denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

“Dalam penanganan kasus ini, Penyidik Balai Gakkum telah mengantongi beberapa nama yang diduga sebagai aktor interlektual dan cukong,” katanya.

Penyidik akan terus berkoordinasi POM Kodam XII Tanjungpura, Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar, untuk mengusut dan mengungkap pelaku lainnya yang menyuruh dan memodali aktivitas pembalakan liar di kawasan hutan perbatasan RI-Malaysia. (IP-01)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *