banner 468x60

Kabut dan Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla Jatim

  • Bagikan
Karhutla
KARHUTLA - Anggota BPBD Jawa Timur sedang terbang untuk melakukan pemadaman dari udara terhadap Karhutla di sekitar Gunung Arjuno, Jatim. (Foto BPBD Jatim)

JAKARTA, insidepontianak.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melansir kabut tebal dan angin kencang, kerap menghambat operasi pemadaman udara kebakaran hutan di wilayah Jawa Timur pada Minggu (4/8/2019).

Kebakaran hutan masih terjadi di kawasan sekitar Gunung Arjuno, Jawa Timur (Jatim). Kemarin pagi (4/8) operasi pemadaman yang dipimpin BPBD Provinsi Jatim. Operasi pertama melakukan penanganan kebakaran di wilayah pegunungan Welirang di wilayah Kabupaten Mojokerto. Lokasi kebakaran berdekatan dengan puncak Gunung Arjuno. BPBD mengidentifikasi dan memetakan 6 titik api.

“Kedua, pembasahan di lokasi 7 titik api di puncak Gunung Arjuno di wilayah Kota Batu yang telah dipadamkan sebelumnya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jatim Suban Wahyudiono yang memimpin operasi pemadaman, seperti dirilis BNPB, Senin (5/8/2019).

Kondisi cuaca menyebabkan helikopter sempat tidak dapat melakukan pemadaman di wilayah Gunung Welirang karena titik api tertutup kabut tebal. Kemudian, helikopter kembali ke lokasi Gunung Welirang setelah kabut tebal terpantau sudah bergeser. Penyiraman di Gunung Welirang dilakukan sebanyak 3 kali. Operasi pemadaman dihentikan pukul 15.00 WIB, sesuai rekomendasi dari otoritas penerbangan.

“Penyiraman dengan metode water-bombing masih perlu dilakukan karena kepulan asap dan bara api masih terpantau di sebagian wilayah Gunung Arjuno dan Gunung Welirang,” katanya.

Di samping itu, pendinginan atau mopping up dilakukan untuk memastikan api padam di wilayah Gunung Arjuno. Sebelumnya teridentifikasi 7 titik api di wilayah tersebut. Sebelumnya wilayah terbakar ini telah mendapatkan pemadaman sebanyak satu kali.

Operasi pemadaman akan kembali digelar pada Selasa (6/8/2019), mengingat kru helikopter harus beristirahat setelah menjalani 7 hari aktivitas penerbangan.

Selanjutnya, pendinginan juga dilakukan di wilayah pegunungan Panderman Kota Batu yang dipetakan terdapat 1 titik api. Pemadaman di wilayah ini dilakukan dengan helikopter yang diterbangkan pada hari yang sama (4/8/2019), pukul 09.00 WIB. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: