Pilpres Berlangsung Aman, Paguyuban Jawa Kalbar Adakan Selamatan

PJKB
SOTONESIA - Grup Musik Keroncong Sotonesia tampil dalam acara pertemuan PJKB di Panti Asuhan Nurul Iman, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Minggu (4/8/2019) malam.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB) mengadakan acara syukuran di Panti Asuhan Nurul Iman, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Minggu (4/8/2019) malam. Acara syukuran dilakukan dengan memotong kambing guling, dan hiburan musik keroncong dari Sotonesia.

Sesepuh dan Ketua PJKB, Sadiomo Yitno Poerbowo menjelaskan bahwa, acara syukuran tersebut merupakan nazar atau janji dari dirinya. Ketika itu, menjelang pemilihan presiden sedang gencar-gencarnya.

Bacaan Lainnya

“Suasana begitu gaduh. Kedua kubu saling menghujat satu dengan lainnya. Suasana seperti genting dan terpecah belah. Apalagi kalau kita baca di Face Book dan WA (WhatApp),” kata Sadimo.

Oleh sebab itu, ia bernazar bila pilpres damai akan potong kambing untuk anak panti. Seakan gayung bersambung, rencana itu disambut para anak muda di Paguyuban Jawa Kalbar.

Aktivis kebudayaan, Dalidjo menghadirkan grup musik keroncong yang baru dibentuk sebulanan tersebut. Namun, para pemainnya merupakan orang yang sudah klotokan, bukan baru lagi, dalam berkesenian musik, khususnya keroncong.

Betotat musik dari bas betot, ukelele, bas gitar, organ dan seruling malam itu, makin membuat suasana bertambah gayeng. Lantunan musik keroncong beranggotakan sekitar tujuh orang tersebut, mendayu-dayu mengiringi pertemuan anggota PJKB di Panti Asuhan, milik Jaka Eka, anggota PJKB juga.

Lagu berlirik Jawa, lagu tempo dulu hingga lagu berbahasa Inggris, My Way hadir dengan lembut dan mendayu. Seolah memayungi para anggota PJKB dalam kebersamaan.

Dalam sambutannya, Ketua PJKB “Bopo” Sadimo berbicara mengenai pembuatan rumah adat Budaya Jawa, yang rencana awalnya bakal dibuat di sekitar Karya Bakti, Pontianak Selatan. Ia menghibahkan tanah miliknya, bagi pembangunan rumah adat Jawa tersebut. Namun, pendirian tak jadi dilaksanakan di wilayah tersebut, karena dianggap kurang representatif tempatnya.

PJKB sudah audiensi ke Gubernur Kalbar, Sutarmidji, minta izin menggunakan tanah milik Pemprov Kalbar. “Namun, hingga sekarang belum ada tanggapan dari Gubernur Sutarmidji,” kata Sadimo dalam sambutannya.

Pembangunan rumah adat rencananya dilakukan dengan menjual tanah milik ketua PJKB, Sadimo yang sudah dihibahkan kepada perkumpulan.

Sadimo berharap, PJKB bisa menggunakan tanah Pemprov Kalbar bagi berdirinya rumah adat Jawa. Yang bakal menaungi berbagai kegiatan kesenian, pertemuan dan kegiatan komunitas masyarakat Jawa di Kalbar. (IP-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *