Kadis Dikbud Sudarsono Tegaskan Sanggau Butuh 1.000 Lebih Guru

Kadis Dikbud Sanggau, Sudarsono

SANGGAU, insidepontianak.com – Alokasi perekrutan CPNS untuk guru yang diberikan pemerintah pusat kepada Pemkab Sanggau selama ini, belum mampu mengatasi masalah kekurangan guru di Bumi Daranante, julukan Kabupaten Sanggau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Sudarsono mengatakan, di Kabupaten Sanggau jumlah guru baru 2.000 lebih. Sementara kebutuhan guru sekitar 4.000. “Jadi, kekurangan sekitar 1.000 lebih,” ujarnya ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (5/8/2019) lalu.

Bacaan Lainnya

Setiap tahun, rata-rata 100 guru pensiun. Sementara tidak ada penambahan alokasi perekrutan CPNS, untuk guru yang diberikan pemerintah. “Oleh karena itu, untuk mengisi kekurangan guru, kami merekrut honor daerah. Meski kebijakan tersebut tidak akan mampu mengatasi kekurangan guru yang ada,” timpalnya.

Kemudian, sekolah yang kekurangan guru juga merekrut guru honor, menggunakan dana BOS. Dana BOS hanya bisa digunakan 15 persen, dari total dana yang ada untuk membayar honor guru. “Itu kalau bukan pengabdian, mana mau orang menjadi guru dengan gaji yang hanya Rp300 ribu sampai Rp400 ribu,” jelasnya.

Terkait infrastruktur, diakui Sudarsono tidak ada masalah. Ia menyebut, jumlah SD sebanyak 474, terdiri dari SD negeri 467 dan SD swasta sebanyak 7. “Itu di luar Madrastah Ibtidaiyah,” jelas Sudarsono.

SMP berjumlah 120, terdiri dari SMP negeri sebanyak 94 dan SMP swasta sebanyak 26. “Ini juga belum termasuk sekolah MTs yang dikelola oleh Kementerian Agama,” kata Sudarsono.

Infrastruktur pendidikan lainnya, seperti perpustakaan dan ruang laboratorium, ia mengatakan, rata-rata sudah ada, baik SD maupun SMP. Namun untuk lab bahasa dan lab IPA sementara hanya ada di SMP di ibu kota kecamatan.

“Pada umumnya sarana dan prasarana untuk SD dan SMP hampir semua sudah ada, hanya beberapa saja lagi yang belum. Yang diperlukan saat ini adalah perbaikan, karena ada beberapa sekolah mengalami kerusakan,” terang Sudarsono.

Ia menambahkan, untuk memudahkan siswa yang tinggal jauh dari sekolah, pihaknya juga sudah membuka sekolah jarak jauh. “Dibangunnya sekolah jarak jauh tersebut, agar jangan sampai anak-anak putus sekolah, hanya gara-gara lokasi rumahnya dengan sekolah jauh,” pungkas Sudarsono. (IP-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *