Wisma Keuskupan Jadi Catatan Sejarah Kehadiran Gereja Katolik di Sintang

Wisma Keuskupan Sintang
TANDA TANGAN - Uskup Sintang Mgr Samuel Oton Sidin menandatangani Peresmian Wisma Keuskupan Sintang, Kamis (8/8/2019). (Foto Humpro Sintang)

SINTANG , insidepontianak.com – Uskup Sintang Mgr Samuel Oton Sidin, OFM Cap menyampaikan bahwa kehadiran Wisma Keuskupan Sintang, menjadi catatan sejarah kehadiran gereja Katolik  di wilayah ini.

“Dulu Keuskupan Sintang ada di Jalan Ahmad Yani, dipindahkan karena pembangunan Gereja Katedral yang lebih besar,” tutur Mgr Samuel Oton, saat mengikuti acara peresmikan Wisma Keuskupan Sintang, Kamis (8/9/2019).

Bacaan Lainnya

Pemindahan Keuskupan Sintang diperlukan, mengingat kebutuhan akan sebuah gedung yang besar dan ideal sebagai tempat tinggal Uskup Sintang. Juga sebagai tempat pertemuan dan kantor semua komisi yang ada di Keuskupan Sintang.

“Kami berharap pelayanan dan kinerja Keuskupan Sintang semakin baik ke depannya,” terang Samuel Oton Sidin.

Ia menegaskan, gedung itu besar secara fisik dan nilai bangunan. Terdapat dua lantai dengan 33 ruangan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Mgr Agustinus Agus, Pr bersama tim yang sudah menggagas pembangunan Wisma Keuskupan Sintang.

Ada banyak sumbangan dan gotong royong orang-orang baik terhadap selesainya bangunan ini.  Sangat banyak orang peduli terhadap pembangunan gedung ini. Jasa-jasa bapak ibu sudah dimateraikan dalam bangunan ini.

Secara khusus, ia ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Sintang, atas bantuan dananya yang sudah dicatat dan digunakan dengan baik untuk pembangunan gedung ini.

“Terima kasih dukungan doa dan materil seluruh umat Katolik di Keuskupan Sintang. Semoga bisa memberikan inspirasi dalam membangun kehidupan beriman lebih baik dimasa yang akan datang,” terang Uskup Sintang. (IP-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *