YBM PLN Kalbar Berikan Beasiswa Bagi Warga Kurang Mampu

Beasiswa Pendidikan
BEASISWA - Yayasan Baitul Mal Kalbar memberikan beasiswa kepada warga kurang mampu melalui pendidikan mengenyam pendidikan selama 1 tahun di Pesantren Teknologi Informasi dan Komunikasi (PeTIK) di Sawangan Depok, Jawa Barat. (Foto YBM PLN Kalbar)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Tak terbayangkan sebelumnya oleh Tini (43), warga Jalan Kuari RT 2 RW 4, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, saat mendapat informasi bahwa anak pertamanya  Agung Priyo Sembodo, lulus seleksi program beasiswa untuk anak kurang mampu.

Melalui program beasiswa tersebut, Agung akan mengenyam pendidikan selama 1 tahun di Pesantren Teknologi Informasi dan Komunikasi (PeTIK) di Sawangan Depok, Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

“Itu kejadian 1 tahun yang lalu. Rasanya tak terbayangkan dapat menyekolahkan anak di luar Kalimantan, sementara untuk makan saja kami merasa kesusahan,” kata Tini, Rabu (8/8/2019).

Kini, Priyo sudah berhasil menyelesaikan proses pendidikan di Petik, dengan predikat terbaik kedua dari 50 santri yang mondok di sana. Satu hal lagi yang membuat Tini semakin gembira dan bersyukur atas semua kemudahan ini, anaknya telah diterima bekerja di salah satu perusahaan IT, sekaligus pesantren rumah Tahfiz Al-Qur’an di Bekasi.

“Semoga ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat bagi orang banyak,” ungkap Tini penuh haru.

Keberhasilan Priyo tidak terlepas dari peran serta Yayasan Baitul Mal (YBM) Kalbar. YBM mengirim beberapa anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, ke PeTIK. Pesantren modern yang dikelola YBM PLN bekerjasama dengan Yayasan Profesi Terpadu Nurul Fikri ini, berdiri sejak 2010.

Menurut Ketua YBM PLN Kalbar, Andang Tri Wahyudi, sejak tahun 2016 lalu, pihaknya secara rutin telah mengirim siswa lulusan SLTA sederajat ke PeTIK. Hingga tahun 2019, sudah ada 18 santri yang dikirim.

“Santri yang kami kirim semua berasal dari keluarga kurang mampu yang berada di berbagai pelosok daerah di Kalbar. Alhamdulillah, santri yang kami kirim rata-rata berprestasi,” ujarnya.

Pada 2018 lalu, santri asal Kalbar berhasil meraih predikat terbaik  ranking 1 dan 4. Tahun 2019, santri kembali berhasil meraih predikat ranking 2, atas nama Agung Priyo Sembodo. “Bahkan 1 bulan sebelum diwisuda, Priyo sudah mendapat tawaran untuk bekerja di perusahaan IT di Bekasi,” jelas Andang.

Dikatakannya pula, setelah lulus rata-rata para santri sudah diminta untuk bekerja di berbagai perusahaan IT, sebagian memilih melanjutkan ke pesantren lain, sebagian mendapatkan beasiswa dan melanjutkan kuliah program S1.

Andang mengatakan, para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di PeTIK, akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Kementerian Komunikasi dan informasi.

Selain memberikan beasiswa mengenyam pendidikan di PeTIK, YBM Kalbar juga memberikan beasiswa berjenjang melalui program Beasiswa Cahaya Pintar, khusus untuk siswa SLTA sederajat dan program Sarjana (S1), serta program Rumah Gemilang Indonesia. Yakni, Balai Latihan Kerja berbasis pesantren. Pemilihan siswa yang menerima bantuan, berdasarkan kriteria 8 asnab.

Untuk program Beasiswa Cahaya Pintar, sejak tahun 2016 hingga sekarang, sudah diberikan bantuan beasiswa sebanyak 50 orang siswa. Sementara untuk program Rumah Gemilang Indonesia sebanyak 53 orang Santri. (IP-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *