Pesan Menyentuh Uskup Sintang Ceritakan Rumah dan Langit

KOTBAH - Uskup Sintang, Mgr Samuel Oton Sidin, OFM Cap memimpin jalannya misa pemberkatan Wisma Keuskupan Sintang. (Foto Humpro)

SINTANG,insidepontianak.com – Uskup Sintang Mgr Samuel Oton Sidin, OFM Cap memimpin jalannya misa pemberkatan Wisma Keuskupan Sintang. Dalam kotbahnya Uskup Sintang menceritakan cerita pendek tentang rumah dan langit.

Dalam injil disebutkan bahwa Yesus Kristus tidak mempunyai tempat tinggal. Bagi kebanyakan orang, rumah memiliki nilai sangat penting. Namun, ada juga orang yang menganggap rumah sebagai sesuatu tidak penting. Rumah harus menjadi tempat penghuni rumah berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa-doa keluarga. Kalau rumah tidak menjadi tempat berkomunikasi dengan Tuhan,  maka rumah itu menjadi rumah hantu.

Bacaan Lainnya

“Wisma Keuskupan Sintang ini harus menjadi pertemuan antara langit dan bumi, duniawi dan surgawi. Begitu juga rumah yang bapak ibu miliki, harus menjadi pertemuan duniawi dan surgawi, dengan menjadikan rumah tempat doa keluarga,” pesan Uskup Samuel.

Ia menambahkan, Paus Fransiskus juga memberikan pesan khusus tentang keluarga. Dalam sebuah keluarga, jamaat tidak tinggal dengan orang yang sempurna. Sehingga rumah harus menjadi tempat pengampunan.

“Anda tidak menikah dengan orang yang sempurna. Anda tidak memiliki anak yang sempurna. Maka pengampunan sangat penting,” kata Uskup Sintang.

Dengan pengampunan, rumah dan keluarga menjadi indah. Keluarga harus menjadi arena pengampunan yang baik. Dengan memberikan pengampunan kepada kekurangan orang lain, maka keluarga dan rumah menjadi tempat bertemunya duniawi dan surgawi.

Termasuk keberadaan Keuskupan Sintang. Uskup Samuel menceritakan, Keuskupan Sintang awalnya hanya sebuah paroki kecil dan menjadi bagian dari Keuskupan Pontianak.

Baru pada 3 Januari 1961, paroki tersebut resmi menjadi Keuskupan Sintang dan Lambertus van Kessel, sebagai uskup pertama.

“Kita senang bisa membangun gedung besar dan ideal dengan lahan yang sangat cukup. Dengan adanya gedung baru ini, maka pelayanan kepada umat akan semakin lancar dan baik. Silakan umat untuk datang ke Wisma Keuskupan Sintang ini dengan berbagai keperluan,” tambah Monsinyur Samuel.

Laurentius Gia dari Panitia Peresmian Wisma Keuskupan Sintang menyampaikan, pemindahan Keuskupan Sintang disebabkan oleh pembangunan ulang Gereja Katedral yang mengharuskan pembongkaran keuskupan dan kantor paroki.

Untuk itu, pembangunan Keuskupan Sintang dilokasi yang baru sangat penting dilakukan.

Welbertus tokoh umat Katolik menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas peresmian Wisma Keuskupan Sintang ini. Tentu sebagai umat Katolik patut bersyukur kepada Tuhan, atas peristiwa yang bersejarah ini. Gedung itu dibangun begitu baik dan megah. Adanya Gedung Wisma Keuskupan ini, diharapkan semakin mempererat kebersamaan serta meningkatnya semangat pelayanan para Imam.

“Kalau mereka (para Imam) ada urusan ke Kota Sintang sudah ada tempat menginap yang layak. Demikian juga bagi umat yang ingin serta ada urusan dengan Bapak Uskup serta Kuria juga sudah ada tempat yang layak,” terang Welbertus usai mengikuti misa pemberkatan.

Pada misa kali ini, Uskup Sintang didampingi oleh Uskup  Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, Uskup Sanggau Mgr Julius Giulio Mencuccini, serta 30 orang imam. Misa diikuti ribuan umat Katolik yang ada di Kota Sintang dan sekitarnya. (IP-02)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *