banner 468x60

Habitat Orangutan Makin Tergusur Akibat Karhutla

  • Bagikan
Karhutla
ORANGUTAN - Orangutan di Kapuas Hulu. (Foto Sugeng Hendratno/WWF)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Puluhan lembaga swadaya masyarakat, kepolisian dan lembaga terkait, memperingati Hari Orangutan Sedunia dengan mengkritisi permasalahan yang setiap tahun muncul, yaitu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Akibat Karhutla, habitat orangutan semakin hilang.

“Orangutan merupakan satu-satunya kera besar di Benua Asia,” kata Adi Prasetyo dari Yayasan Titian, Senin (19/8/2019).

Berdasarkan data IUCN tahun 2016, keberadaan orangutan semakin terancam. Pulau Kalimantan memiliki tiga sub-spesies orangutan, yakni Pongo pygmaeus pygmeus, Pongo pygmaeus wurmbii, dan Pongo pygmaeus morio.

Status dua spesies, Pongo pygmaeus pygmaeus dan Pongopygmaeus wurmbii naik dari status Endangered menjadi Critically Endangered. Naiknya status ini disebabkan oleh adanya konversi lahan dan kebakaran hutan yang merupakan habitat Orangutan serta adanya perburuan.

“Hal ini menjadi fokus utama dalam upaya perlindungan dan pelestarian Orangutan di Kalimantan Barat,” katanya.

Masalah yang dihadapi orangutan adalah banyaknya luasan habitat yang berubah menjadi pemukiman atau wilayah ekonomi, yang akhirnya memaksa orangutan keluar dari habitatnya. Peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, merupakan salah kunci untuk penanganan kejadian.

Dalam konteks peredaran satwa liar di Kalimantan Barat, Yayasan Titian Lestari telah melakukan monitoring sejak April – Desember 2017, selama pemantauan tersebut, ditemukan dua kejadian. Diantaranya, satu kejadian pemeliharaan, dan satu lagi kejadian perdagangan melalui media sosial.

“Meskipun dari sisi kejadian ini dikategorikan jarang, namun tidak menutup kemungkinan perburuan akan terjadi jika ada permintaan,” katanya.

Peredaran orangutan tidak mengalami pergeseran. Untuk mendapatkan satwa ini dampak dari degradasi habitat Illegal logging, atau dikondisi sekarang didapat dari konversi perkebunan kelapa sawit. (IP-01)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: