Trenggani, Komisioner KPU Kalbar Meninggal Dalam Tugas

KPU Kalbar
DIMAKAMKAN - Komisioner KPU RI, Virzan Azis (berdiri baju putih paling kiri), menghadiri pemakaman Komisioner KPU Kalbar, Trenggani di pemakaman warga di Pontianak, Jumat (23/8/2019). Trenggani meninggal di Jakarta saat akan menghadiri sidang di Bawaslu RI Jakarta. (Foto Inside Pontianak)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Komisioner KPU Kalimantan Barat, Trenggani meninggal saat menjalankan tugas di Jakarta, Kamis (22/8/2019). Trenggani tugas ke Jakarta, rencananya mengikuti sengketa Pilkada Sanggau, Kalbar. Sidang berlangsung di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Berdasarkan pemaparan dari AR Muzammil, mantan Ketua KPU Kalbar peridoe 2008-2013, Trenggani saat turun dari pesawat, sudah merasakan sesuatu yang tak enak di badannya. Selanjutnya, dua orang staf KPU yang bersamanya, menggunakan kursi roda untuk Trenggani dan memintanya segera ke rumah sakit. Namun, karena merasa sudah lebih baik badannya, Trenggani langsung saja ke hotel tempatnya menginap.

“Kemudian, dia menjalankan tugasnya dengan mengadakan pertemuan bersama KPU RI di hotel,” katanya.

Belum selesai pertemuan, Trenggani izin meninggalkan pertemuan karena merasa badannya tidak enak. Saat berada di lift hotel, dia pingsan. Trenggani segera dibawa ke Rumah Sakit Husada, Jakarta. Namun, nyawanya tidak tertolong. Dia meninggal dalam tugas.

Jenazah Trenggani dibawa ke Pontianak, Jumat (23/8/2019). Puluhan orang menyambutnya di Bandara Supadio Pontianak. Viryan Azis, Komisioner KPU RI turut mengawal jenazah dari Jakarta. Anggota KPU RI dari Pontianak tersebut, mengurusi semua keperluan hingga jenazah bisa diberangkatkan ke Pontianak.

AR Muzammil saat memberikan sambutan mewakili keluarga menyatakan bahwa, dia sudah seperti saudara dengan Trenggani. Lebih dari saudara. Keduanya bertemua saat sama-sama merantau dan kuliah di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura di Pontianak. Trenggani dari Pemangkat, Kabupaten Sambas. AR Muzammil dari Kabupaten Kapuas Hulu.

Senang maunpun susah, mereka alami bersama. Bahkan, ketika Muzammil sakit pun, “Orang pertama yang saya telepon adalah Trenggani. Dan, Trenggani tak pernah menolak saat diminta bantuannya.”

Muzammil bercerita, Trenggani orang yang tak tega saat melihat, ada orang yang suka dengan apa yang dia kenakan. Barang yang dia pakai dan disukai oranag lain, akan diberikan barang itu pada orang tersebut.

“Bahkan, kaca mata yang saya pakai ini, adalah pemberian Trenggani,” kata Muzammil dengan nada yang mulai tercekat karena haru.

Padahal, saat itu Muzammil hanya bilang, “Eh, bagus pula kaca matamu tuh.”

Esoknya, kaca mata itu diberikan pada Muzammil.

Viryan Aziz, Komisioner KPU RI saat memberikan sambutan memberikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja Trenggani.

“Pak Trenggani orang yang meninggal dalam tugas. Karena itu dianggap sebagai Pahlawan Pemilu,” katanya.

KPU RI akan memfasilitasi apa yang menjadi kewajiban dari KPU.

“KPU turut berduka cita dan berharap keluarga yang ditinggalkan tabah. Mudah-mudahan mendapat tempat terbaik,” kata Virzan.

Trenggani lahir di Pemangkat, Sambas, 29 Januari 1966. Sebelumnya adalah anggota KPU Kabupaten Sambas, Kalbar selama dua periode. Yaitu, 2008-2013 dan 2013-2018. Selanjutnya, dia mengikuti seleksi sebagai KPU Kalbar, dan terpilih. Trenggani meninggalkan seorang istri, Evi Arsianti dan dua orang anak, Vinny Novrianty dan Imelda Maulidya.(IP-01)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *