Gubernur Sutarmidji Tegaskan Banjir Sabu di Kalbar 99 Persen dari Malaysia  

Polda Kalbar
TERSANGKA - Para tersangka peredaran narkoba lintas negara dihadirkan saat pers rilis di Mapolda Kalbar, Senin (26/8/2019). (Foto Polda Kalbar)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melakukan konferensi pers terkait pengungkapan narkoba jaringan Internasional, dengan total barang bukti 26 kilogram sabu. Gubernur Kalbar Sutarmdji, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Herman Asaribab, serta beberapa instansi terkait tampak ikut serta pers rilis Bertempat di Lobby Mapolda Kalbar, Senin (26/8/2019).

Panjang batas negara wilayah perairan dan darat di Kalbar sangat luas. Sindikat narkoba memanfaatkan celah batas itu, untuk memasukan narkoba ke wilayah Kalbar. Pengungkapan dan penangkapan terus dilakukan, pelakunya melibatkan warga negara asing, membuat Irjen Pol Didi Haryono selaku Kapolda Kalbar melakukan rapat koordinasi mengajak steakholder pemerintahan duduk bersama.

Bacaan Lainnya

“Kejahatan narkoba adalah kejahatan yang perlu perhatian khusus tidak hanya dari Kepolisian tapi juga instansi instansi terkait,” kata Kapolda.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, dalam Rakor bahwa substansi pertemuan ini untuk menyamakan visi, misi, persepsi dan interprestasi terkait pencegahan dan penanganan narkoba.

Ada beberapa poin yang menjadi atensi Kapolda Kalbar ini, diantaranya kasus penyeludupan barang barang illegal termasuk Narkoba dari perbatasan Kalbar yang melibatkan warga lapas.

“Hampir 70 jalur jalan tikus di sepanjang perbatasan darat di Kalbar yang perlu pengamanan dan pengawasan menjadikan Kalbar sangat rentan penyelundupan. Kita sangat malu apabila ada barang ilegal yang lolos dari Kalbar dan ditangkap di wilayah lain, terkesan kita disini melakukan pembiaran” ujarnya.

Pangdam XII/Tanjungpura dalam rakor ini juga menekankan bahwa koordinasi ini jangan hanya terjadi ditingkat pimpinan, tetapi juga lakukan koordinasi hingga ke petugas di lapangan

Untuk beberapa pihak yang terkait seperti Bea Cukai, Pelabuhan dan Angkasapura menyatakan dukungan terhadap perang melawan narkoba.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji merespon rakor ini dengan beberapa “sentilan” untuk beberapa pihak, lapas misalnya menurut Sutarmidji masih tidak menjalankan dengan ketat.

“Begitu juga di LP, saya akan bawa ke Kemenkumham. Kok bisa kayak gitu, malahan ada warga lapas pakai HP,” tuturnya.

Dalam rapat koordinasi ini juga, Gubernur Kalbar menyatakan akan menindak tegas petugas border perbatasan dan mengancam merotasi petugas di sana.

“Kalau masuk dari Entikong, Saya akan minta petugas disana diganti semua. Jika dibiarkan, akan begitu lagi,” tegasnya.

Sebagai informasi, Direktur Narkoba Polda Kalbar memaparkan terkait peredaran dan pengungkapan Narkoba di wilayah Kalbar, setiap stakeholder memberikan masukan dan kesiapan melakukan pencegahan dan pemberantasan. Beberapa Satgas telah dibentuk Polda Kalbar dan ditempatkan dibeberapa lokasi bersinergis dengan semua instansi terkait.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *