Potensi Ekspor Pertanian dari Provinsi Kalimantan Barat

  • Bagikan
EKSPOR - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, A.I Letsandri saat memberikan kata sambutan pada ekspor komoditas pertanian Kalbar ke Malaysia, Jumat (30/8/2019). (Foto Kementan)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Selain ekspor perdana buah pisang, dalam kesempatan ini  juga dilepas komoditas Palm Fatty Acid Oil yang merupakan produk samping atau by product dari kelapa sawit.

“Palm Fatty Acid Oil ini sebenarnya bukan merupakan media pembawa, namun negara tujuan Cina mempersyaratkan komoditas dilengkapi dengan PC, agar komoditas dapat diterima di sana,” ungkap Jamil, Kepala Barantan saat melepas ekspor perdana 10 ton buah pisang dengan nilai ekonomi Rp85 juta  ke Malaysia di Depo Icon, Pontianak (30/8/2019).

Produk sebanyak 301 ton dan nilainya sebesar Rp1,3 miliar ini digunakan sebagai bahan bakar bio diesel dinegara tujuan.

“Ini juga langkah maju yang kita harus apresiasi. Tidak lagi dalam kondisi segar, tapi sudah olahan akhir. Pasti akan berdampak pada nilai tambah yang didapat oleh masyarakat,” jelas Jamil.

Selain 2 komoditas yang dilepas perdana, komoditas pertanian asal Provinsi Kalbar yang juga diekspor adalah lainnya lada, palm kernell expeller, santan kelapa dan coco peat fiber dengan nilai Rp. 11 miliar.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, A.I Letsandri yang hadir dan turut melepas ekspor mengapresiasi pelaku usaha agribisnis di wilayahnya yang telah mampu mengantarkan produk pertanian unggulan Kalbar ke pasar ekspor.

Ia juga menginstruksikan jajaran instansi terkait untuk terus meningkatkan kerjasama dengan Karantina Pertanian Pontianak sebagai unit vertikal Kementerian Pertanian untuk mendorong ekspor. Selain dapat menambah Pendapatan Anggaran Daerah (PAD), ekspor pertanian sekaligus dapat memperluas lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat, kata Sekda.

Kalbar dengan banyak potensi sumber daya alam dan SDM yang unggul dapat menjadi andalan sebagai lumbung pangan tidak hanya untuk dalam negeri tapi juga untuk dunia.

“Menjadi lumbung pangan dunia adalah cita-cita kita semua. Dan selaku fasilitator perdagangan pertanian Barantan berkomitmen untuk mengawal dengan kecepatan, ketepatan dan keakutan layanan karantina,” pungkas Jamil. (IP-01)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: