Ditreskrimsus Polda Kalbar Sita Sisik Trenggiling di Bengkayang

Kabupaten Bengkayang
SISIK TRENGGILING - Reskrimsus Polda Kalbar menangkap dua orang yang memperjualbelikan binatang dilindungi, trenggiling, Rabu (4/9/2019). (Foto Polda Kalbar)

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Perburuan dan penjualan satwa yang dilindungi Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAE) masih saja terjadi di Kalimantan Barat.

Di jalur perbatasan RI-Malaysia, tepatnya di Jalan Subah, Dusun Ledo, Desa Lesa Bela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Unit 1 Subdit 4 Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat  yang dipimpin oleh Iptu Marhiba, telah mengamankan 1 orang laki-laki berinisial  RN alias BM berikut barang bukti berupa 3 kantong plastik berisi sisik trenggiling sebanyak 3 kilogram di sebuah warung kopi.

Bacaan Lainnya

“Barang buktinya di simpan di rumahnya di Jala Subah, Dusun Ledo, Desa Lesa Bela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang. Dasar penangkapan  LP/303/VIII/2019/Kalbar/SPKT Polda kalbar tanggal 29 Agustus 2019,” kata Direktur Reskrimsus Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi Mahyudi Nazriansyah, Rabu (4/9/2019).

Lelaki yang memiliki tiga bunga melati di pundaknya menjelaskan, Pasal persangkaan untuk pelaku ini, yakni  Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf d UU No 5 Tahun 1950 tentang KSDAE.

Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Mahyudi Nazriansyah membeberkan, kronologi kejadian itu. Rabu 28 Agustus 2019, Tim Ditkrimsus Polda Kalimantan Barat mendapat informasi dari masyarakat bahwa di sebuah warung kopi di Jalan Subah, Desa Lesa Bela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang ada warga menjual sisik trenggiling.

“Maka, selanjutnya Tim bergerak melakukan penyelidikan dan mencari informasi terkait sisik trenggiling itu,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Kalbar, Kombes Mahyudi Nazriansyah.

Pada Kamis, 29 Agustus 2019, pukul 13.00 WIB Tim berhasil mengamankan pelaku menyampaikan bahwa harga trenggiling tersebut akan dijual dengan harga Rp2.700.000 per kilogram. Sedangkan berdasarkan pengakuan pelaku, ia membeli dari pemburu sebanyak 4 kilogram dengan harga Rp3.650.000.

Pada saat pelaku menunjukkan 1 bungkus plastik warna hitam berisi sisik trenggiling, selanjutnya langsung diamankan. Kemudian petugas menemukan 1 buah kotak kardus bertuliskan Fullo. Setelah dibuka ternyata isinya sisik trenggiling yang masing masing dibungkus dengan kantong plastik warna hitam dan warna merah dengan total jumlah 4 kilogram.

“Terhadap pelaku berikut barang buktinya diamankan guna proses penyidikan,” ujar Mahyudi.

Total barang bukti setelah ditimbang kurang lebih 3,5 kilogram. (IP-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *