banner 468x60

KTNA Kubu Raya Dipercaya Tangani Pemasaran Beras Lokal

  • Bagikan
REMBUK - Muda Mahendrawan saat membuka acara Rembuk KTNA Kubu Raya di Gardenia Resort Kubu Raya, Senin (9/9). (FOTO:Humpro)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan menggandeng Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kubu Raya untuk membantu memasarkan produk beras lokal Kubu Raya.  Tujuannya agar pemasaran beras lokal dari petani semakin menggeliat.

“Jika dulu pemasaran beras lokal ditangani koperasi pegawai, saya ingin KTNA yang mengambil peran, kata Muda, di Gardenia Resort and Spa Kubu Raya, Senin (9/9/2019).

Nantinya, peran KTNA tidak sekadar memasarkan beras lokal. Lembaga ini mesti berkoordinasi dengan pihak kelompok tani dan gabungan kelompok tani untuk turut mendorong peningkatan produktivitas padi.

“Insya Allah, nantinya secara sistemik pemasaran dan pangsa pasar beras lokal ini juga akan kami kawal sehingga produktivitas beras lokal ini bisa kembali menggeliat,” kata Muda.

Pemkab Kubu Raya sendiri menargetkan penambahan luas tanam sehingga ke depan produksi padi dapat meningkat. Hal ini seiring dengan rencana peluncuran produk beras lokal Kubu Raya sendiri pada Januari 2020.

“Jadi saat launching beras lokal nanti, sekaligus juga akan kami launching galeri-galeri termasuk tempat penjualan beras lokalnya. Sehingga siapa saja yang berminat membeli beras lokal Kubu Raya bisa langsung mendatangi galeri beras lokalnya,” paparnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Gandhi Setyagraha menerangkan, KTNA punya peran strategis dalam pengembangan dan pemasaran beras lokal Kubu Raya. Terutama dalam tata kelola yang berkaitan dengan pemasaran beras lokal. Ia menyebut di beberapa daerah tertentu yang strategis, akan dibangun galeri untuk beras lokal. Seperti di Sungai Kakap, Sungai Ambawang, dan Rasau Jaya.

“Galeri ini fungsinya sebagai wadah atau etalase untuk menampilkan dan menjadi salah satu pusat pemasaran produk beras lokal asli Kubu Raya,” jelasnya.

Gandhi menjelaskan, peran strategis KTNA disebabkan tergabungnya sumber daya manusia yang berkemampuan, mandiri, termotivasi, dan memiliki banyak kelebihan dalam kontribusi mengembangkan sektor pertanian. Hubungan sinergis penyuluh dengan KTNA pun, menurut dia, sejak dulu telah terjalin.

“KTNA juga bisa berperan sebagai penyuluh swasdaya dan peran ini bisa diberdayakan dalam membantu memberikan pembinaan dan pendampingan bagi para petani lainnya di lapangan,” terangnya. (rio/02)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: