banner 468x60

Tendangan Super Sujiwo Bikin Liga Tarkam Bergairah  

  • Bagikan
BUKA - Sujiwo tampak menendang bola tanda dimulainya Turnamen Sepak Bola Kuala Dua Cup. Turnamen ini diikuti 64 klub dengan total hadiah Rp 34 juta. (FOTO:Humpro)

KUBU RAYA, insidepontianak.com- Tendangan super ala Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo, saat membuka Turnamen Sepak Bola Kuala Dua Cup disambut dan tepuk tangan penonton dan pemain di tribun penonton di pinggir lapangan, Senin (9/9/2019).

Bagaimana tidak. Di Lapangan Sepak Bola Galatika Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, turnamen bola liga Antar Kampung (Tarkam) ini sebelumnya pernah sukses digelar. Tapi dalam perjalananya, Liga Tarkam ini kembali vakum tujuh tahun. Kini Sujiwo kembali membangkitkan  gairah masyarakat bagaimana mengolahragakan masyarakat.

Pada 2019, turnamen ini kembali digelar atas inisiasi Kepala Desa Kuala Dua Matlias. Menariknya, liga ini diikuti 64 klub dengan total hadiah senilai Rp 34 juta,cukup menarik anomi masyarakat untuk terlibat. Mulai dari penyiapan lapangan, pemasangan spanduk, baliho, hingga bendera.

“Target khusus tidak ada. Turnamen ini dalam rangka silaturahmi saja. Sekaligus kita membangkitkan semangat olahraga sepak bola. Karena sudah hampir tujuh tahun tidak digelar. Jadi kami mulai kembali lakukan open turnamen,” tutur Kepala Desa Kuala Dua Matlias seusai pembukaan.

Matlias mengungkapkan, sebanyak 64 klub peserta berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat. Menurut dia, antusias masyarakat menyambut turnamen terbilang tinggi. Dari target peserta 64 klub, yang mendaftar nyaris mencapai 200 kesebelasan.

“Dari masyarakat umum semangatnya juga luar biasa. Mereka antusias membantu pelaksanaan kegiatan ini. Baik persiapan lapangan, baliho, hingga bendera karena memang sudah lama tidak diadakan. Jadi begitu diadakan warga kembali bersemangat,” terang Matlias.

Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengapresiasi Kepala Desa Kuala Dua yang telah menggelar turnamen. Dirinya berharap kegiatan serupa juga dilakukan desa-desa dan kecamatan lain di Kubu Raya. Ia menyebut turnamen sangat penting sebagai upaya memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.

“Terlebih sepak bola ini adalah olahraga yang sangat digemari masyarakat. Terpenting juga adalah kita bisa membantu masyarakat karena selama sekian bulan turnamen berjalan warga bisa berjualan. Maka terjadi pergerakan ekonomi,” ucapnya seusai membuka turnamen.

Sujiwo melanjutkan, turnamen Kuala Dua Cup juga menjadi ajang pembuktian bahwa sepak bola yang kerap dicitrakan identik dengan kerusuhan ternyata dapat berlangsung aman. Karena itu, ia mengingatkan para peserta dan pendukung tim untuk menjunjung tinggi semangat sportivitas.

“Tepis stigma bahwa sepak bola identik dengan tawuran dan berantem. Turnamen ini momen membangun silaturahmi karena masyarakat yang selama ini sibuk bekerja mencari nafkah bisa kumpul silaturahmi dan menghibur diri dengan menyaksikan pertandingan bola,” pungkasnya. (rio/02)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: