Polresta Pontianak Lakukan Penyelidikan Kasus Karhutla PT SUM

PASANG - Kapolresta Pontianak, AKBP Ade Ari Syam Indradi tampak memasang plang areal Karhutla di Dusun Kenanga Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap. Di lokasi ini ternyata masuk lahan konsesi PT SUM.(humprokkr/02)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Polresta Pontianak melakukan penyelidikan kepada PT SUM atas dugaan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). PT SUM merupakan satu di antara perusahaan perkebunan sawit, di mana wilayah konsesinya berada di Kabupaten Kubu Raya. Tepatnya di Dusun Kenanga Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap.

Pada Rabu (18/9/2019) sore, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan bersama Kapolresta Pontianak Kota, Kasdim 1207/BS, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kubu Raya, dan camat melakukan pengecekan lahan terbakar di Dusun Kenanga Desa Punggur Kecil. Kunjungan ini dilakukan setelah mendapat informasi ada lahan sekitar 20 hektare terbakar.

Bacaan Lainnya

Dari hasil kunjungan Forkopimda Kubu Raya ini, petugas Polresta memasang plang di atas lahan yang berbatasan dengan PT SUM itu. Pemasangan plang dilakukan untuk kepentingan penyelidikan oleh Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Pontianak Kota.

“Ini ada bekas-bekas pembakaran atau kebakaran. Kemudian ada tanaman jagung yang sudah ditanam. Di sebelah kiri ada kawasan milik PT SUM. Nah, ini kita dalami apakah tanah yang terbakar ini kebakaran atau dibakar oleh siapa,” tutur Kapolresta Pontianak Kota, AKBP Ade Ari Syam Indradi.

Ade menerangkan, pemasangan plang dilakukan agar tidak ada pihak yang melakukan kegiatan apapun di area bekas kebakaran tersebut. Karena, jajaran Polresta Pontianak Kota akan melakukan penyelidikan sebagai upaya penegakan hukum yang menjadi bagian dari rangkaian penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Ade menyebut kerja sama sinergis dalam penanggulangan Karhutla sangat dibutuhkan.

Ade menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya penanggulangan baik berupa imbauan, tindakan preventif seperti patroli bersama, hingga penegakan hukum yang juga dilakukan dengan pihak terkait lainnya.

“Tentunya kami nanti akan berkoordinasi dengan dinas perkubunan, LHK, dan Pertanian untuk pencarian data dan termasuk BPN,” ucapnya.

Ade menerangkan, di wilayah Kubu Raya telah ada dua lahan yang disegel kepolisian. Terkait kemungkinan keterlibatan korporasi dalam karhutla, ia menyebut hal itu masih dalam pendalaman.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyerahkan sepenuhnya penindakan kasus kebakaran hutan dan lahan kepada aparat penegak hukum.

“Prinsipnya kita menyerahkan kepada yang berwenang tetapi tetap dalam koordinasi. Nah, di sinilah butuhnya kita harus saling memberi informasi dan sama-sama melihat,” kata Muda.

Terkait tindakan dari pemerintah daerah jika ada korporasi yang terbukti terlibat Karhutla, Muda menyatakan tak ingin mendahului proses penyelidikan yang masih berlangsung.

“Tataran aktivitas dan faktanya dulu. Kita harus melihatnya dalam konteks faktanya seperti apa. Masih proses penyelidikan. Kita tidak bisa mengambil langkah. Terkait pencabutan izin jika terbukti melanggar, ini kan ada jenjangnya,” tambah Muda. (rio/02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *