banner 468x60

Wali Kota Edi Kamtono Instruksikan Tunda Pontianak International Dragon Boat

  • Bagikan
DITUNDA - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menginstruksikan penundaan Pontianak International Dragon Boat yang baru saja dibuka Jumat (20/9/2019) pagi, karena asap semakin tebal dan berbahaya bagi kesehatan. (Humpro Pontianak)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kondisi udara yang kian memburuk akibat kabut asap, berdampak pada sejumlah kegiatan luar ruangan (outdoor) dihentikan sementara. Tak terkecuali kegiatan olahraga seperti Pontianak International Dragon Boat (PIDB) yang baru saja dibuka Jumat (20/9/2019) pagi.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menginstruksikan kepada pihak panitia pelaksana, tiap kegiatan olahraga untuk menunda kegiatan tersebut. Langkah itu diambil karena kondisi udara yang kian memburuk.

“Seluruh kegiatan olahraga saya minta ditunda, karena kondisi udara semakin memburuk, bahkan masuk kategori berbahaya,” ujarnya, Jumat (20/9/2019) malam.

Selain event PIDB, pihaknya juga meminta event Khatulistiwa Run yang rencananya digelar Minggu (22/9) juga ditunda. Hal ini dilakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Tak hanya kegiatan olahraga, kegiatan luar ruangan atau outdoor, sementara juga dihentikan sampai kondisi udara berangsur normal dan baik.

Berdasarkan informasi dari BMKG Pontianak, diperkirakan mulai dari 20 September Kalbar akan diguyur hujan. Dimulai dari sebagian kabupaten atau kota di Sambas, Singkawang, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang dan Kapuas Hulu. Tanggal 21 hingga 26 September 2019 diperkirakan hujan akan turun, di hampir seluruh wilayah Kalbar dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Mudah-mudahan Kalbar segera diguyur hujan, agar asap segera hilang dan kondisi udara normal kembali,” harapnya

Edi mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan. Hindari keluar rumah atau aktivitas di luar jika tidak benar-benar penting.

“Petugas rumah oksigen yang ditempatkan di tiap puskesmas enam kecamatan juga siaga dan siap memberikan pelayanan pada masyarakat yang mengalami sesak nafas karena ISPA,” pungkasnya. (jim/01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: