banner 468x60

MoU Interkoneksi Sumatera-Peninsular Diteken, PLN Akan Alirkan Listrik 600 MW ke Malaysia

  • Bagikan
RAWAT - Pekerja PLN sedang merawat jaringan untuk menjaga pasokan listrik tetap terjaga dan bisa dinikmati oleh para pelanggan, (Foto PLN)

JAKARTA, insidepontianak.com – PLN akan mengekspor daya listrik sebesar 600 MW ke Semenanjung, Malaysia. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kontrak Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto, dan Presiden Eksekutif TNB Amir Hamzah Bin Azizan dari Tenaga Nasional Berhad (TNB), Malaysia, Rabu (25/9/2019).

Proyek interkoneksi dari Sumatera-Indonesia, hingga ke Semenanjung-Malaysia, biasa disebut Interkoneksi Sumatera–Peninsular.

PLN bersama TNB sepakat menandatangani Nota Kesepahaman, selanjutnya bekerjasama dan berkolaborasi, dalam melaksanakan studi interkoneksi. Ruang lingkupnya mencakup beberapa hal. Diantaranya, tinjauan viabilitas proyek. Pemilihan teknologi dan desain. Pemilihan jadwal yang realistis. Memodelkan skema bisnis, financing, studi terkait isu legal dan peraturan. Serta, menilai risiko terkait proyek.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengemukakan bahwa, PLN menyambut positif proyek kerjasama dengan TNB, dalam pembelian daya energi listrik sebesar 600 MW. “Diharapkan, pembelian terealisasi pada 2028,” kata Wiluyo, dalam rilisnya kepada Inside Pontianak, Sabtu (28/9/2019).

Dalam kerja sama interkoneksi ini, kedepannya dimungkinkan juga membentuk badan usaha bersama (joint venture corporation) yang ditunjuk oleh PLN bersama TNB sebagai pengembang dan/atau pengendali proyek interkoneksi, serta pengelola aset tersebut, mulai dari konverter, transmisi HVDC, dan Submarine Cable HVDC.

Kerjasama ini memberi keuntungan bukan hanya dari sisi ekonomi, namun juga keandalan system. Berdasarkan data, terdapat perbedaan waktu beban puncak antara sistem Sumatera dan sistem Peninsular.

Beban puncak sistem Sumatera terjadi pada pukul 18.00-21.00 WIB, sistem Peninsular sekitar pukul 08.00-16.00 WIB. Terjalinnya interkoneksi, tentunya dapat mengoptimalkan nilai ekonomis bagi kedua system. Adapun pada 2028, dengan transfer daya 600 MW ke TNB, maka Reserve Margin atau cadangan Sistem Sumatera sebesar 33.3 persen.

“Diharapkan proyek interkoneksi Sumatera-Peninsular ini, dapat berperan jadi penghubung bagi kedua system, sebagai langkah maju menuju terbentuknya ASEAN Power Grid di masa yang akan dating,” kata Wiluyo.

Penandatanganan MoU yang dilakukan di Bilik Kenyir, Kantor Pusat TNB, Kuala Lumpur, Malaysia, tersebut juga dihadiri Chief Ventures Officer Dato’ Nor Azman Mufti, Chief Grid Officer Datuk Husaini Hussin, Chief Strategy and Regulatory Officer Datuk Fazlur Rahman Zainuddin, Head of Project Ventures Team En. Shaiful Bahri Hussain dan Setiausaha Syarikat TNB Norazni Md Isa. (IP-01)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: