Harga Sawit Mentah Terus Turun

FGD sawit berkelanjutan untuk mengatasi harga ekspor minyak sawit yang terus menurun (infosawit.com).

JAKARTA, insidepontianak.com – Prediksi harga sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Deviratif menunjukan penurunan. Data ekspor bulan September yang anjlok dan perkembangan persaingan dagang Amerika-China diduga salah satu penyebabnya.

 

Bacaan Lainnya

Harga minyak sawit mentah tercatat turun 0,9 persen menjadi RM 2.129 dibanding penutupan perdagangan akhir pecan lalu. Selama 17-30 September 2019, harga minyak sawit mentah turun 6,8 persen.

 

Prediksi harga sawit mentah yang terus turun diduga menurunya ekspor produk minyak sawit pada September. Ekspor sawit Indonesia ke Malaysia turun 20,7 persen.

 

Situasi itu diperparah keputusan pemerintah China yang membuka impor kedelai dari Amerika Serikat. Minyak sawit sering digunakan sebagai produk subtitusi minyak kedelai, sehingga jumlah pasokan di pasaran saling mempengaruhi harga.

 

Salah satu harapan membaiknya penjualan minyak sawit adalah penggunaan CPO untuk campuran bahan bakar diesel. Program pemanfaatan minyak sawit untuk bahan bakar (B30) diperkirakan menambah jumlah penggunaan CPO sekitar 3 juta ton.

 

Program lainnya yang ditempuh pemerintah untuk menjaga prediksi harga sawit mentah adalah tidak melakukan pungutan ekspor hingga akhir tahun 2019.

 

“Kita percaya begitu dikenakan pungutan 50 persen tersebut, harga akan turun. Artinya petani atau produsen kelapa sawit akan menerima harga lebih redah lagi,” kata Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Hendrajat Natawijaya, dalam FGD Minyak Sawit Berkelanjutan di Jakarta (26/9/2019).

 

Penundaan pungutan ekspor akan dilakukan bersamaan dengan masa efektif penggunaan CPO untuk campuran mesin diesel. Diharapkan melalui kebijakan ini prediksi harga sawit mentah meningkat.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *