Hasil Lelang Jabatan, Bupati Sanggau Lantik 7 Pejabat Eselon II

Bupati Sanggau, Paolus Hadi melantik pejabat esselon II hasil lelang jabatan. (insidepontianak)

SANGGAU, insidepontianak.com – Bupati Paolus Hadi melantik 7 pejabat eselon II Pemkab Sanggau di Aula Lantai I, Kantor Bupati Sanggau, Selasa (1/10). Tujuh pejabat yang dilantik itu merupakan hasil lelang jabatan pada Juli 2019.

 

Bacaan Lainnya

Ketujuh pejabat yang dilantik antara lain: Risma Aminin yang dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Sanggau Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Sebelumya Risma menjabat Sekretaris DPM Pemdes Kabupaten Sanggau.

 

Kemudian Eka Pria Saputra yang dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Sebelumnya Eka menjabat Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sanggau.

 

Selanjutnya, Yakobus yang dilantik sebagai Asisten Pemerintahan Hukum dan HAM Setda Sanggau. Yakobus sebelumnya menjabat Kepala Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia Setda Kabupaten Sanggau.

 

Ada dua camat yang diangkat menjadi pegawai eselon II yaitu Anselmus (Camat Tayan)dan Alipius (Camat Kapuas). Anselmus diangkat menjadi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sanggau sedangkan Alipius dilantik sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

 

Nama lainnya yakni Didit Richardi yang dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau dan sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sanggau.

 

Terakhir adalah Wellem Suherman yang dilantik sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sanggau dan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Setda Kabupaten Sanggau.

 

Bupati dua periode ini juga melantik pejabat administrator dan pejabat pengawas Pemkab Sanggau. Dalam sambutannya Paolus Hadi meminta pejabat yang baru dilantik untuk menyesuaikan diri dan bekerja sesuai dengan aturan UU.

 

“Yang sudah pernah ikut di grup (WA OPD) bisa lihat, kebanyakan kita ini rasa kepedulian yang agak kurang, yang mau langsung action. Kalau teori mungkin kita rata-rata bisa. Yang lain-lain sudah jelas, sudah ada pakta integritas. Jangan aneh-aneh. Kerja sesuai aturan UU. Jangan keluar dari itu, karena beban pada kalian akan jadi beban kami juga,” kata Paolus Hadi.

Bupati mengingatkan agar kepala OPD menjadi pemimpin yang diteladani dan dipercaya bawahan. “Jadilah kepala yang mengayomi stafnya. Ingat kalian diberikan kepercayaan memimpin organisasi (perangkat daerah).”

 

Lelang jabatan dilakukan sesuai aturan dan mekanisme. Bupati menyerahkan seluruh hasil kepada panitia seleksi dan tidak menggunakan haknya untuk memilih satu dari tiga peserta seleksi dengan nilai tertinggi.

 

“Kalian sudah melaksanakan uji kompetensi. Kewenangannya ada di pansel. Saya konsisten, nilai tertinggi yang jadi (dipilih),” katanya.

 

Paolus Hadi berharap, nilai yang diraih bukan hanya baik di atas kertas. Sebagai kepala OPD harus mengerti dan paham dengan tupoksinya.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan proses penyusunan anggaran yang menggunakan system e-planning terintegrasi. “Jangan sampai nanti dalam penyusunan anggaran tidak lengkap dokumennya. Para administrator dan pengawas, bantu kepala dinas.”

 

Orang nomor satu di Bumi Daranante ini juga berpesan kepada para istri agar mendukung suami agar bekerja maksimal dan mengemban amanah. “Jangan sedikit-sedikit tanya ke mana bapak. Jelaskan dengan benar sehingga mereka tahu kerja kalian. Mohon maaf, jangan jadi pasukan takut istri. Istri bantu suaminya. Tapi kalau mereka tidak serius, kalian bisa lapor saya,” pungkas Paolus Hadi. (ip/03)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *