HUT TNI, Satgas Perbatasan Tanam 10 Ribu Pohon di Sekayam

  • Bagikan
Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif Mekanis 643/Wns, menanam 10 ribu bibit pohon di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia (insidepontianak).

SANGGAU, insidepontianak.com – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif Mekanis 643/Wns, menanam 10 ribu bibit pohon endemik Kalimantan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

 

Bibit pohon yang ditanam di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat itu diantara jenis belian, tengkawang, mahoni, jelukung, dan akasia.

 

Kegiatan penghijauan di perbatasan negara itu diselenggarakan dalam rangka ulang tahun TNI ke-74. Kegiatan dipimpin Komandan Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Mayor Inf Dwi Agung Prihanto di Lapangan Bola Dusun Lubuk Tengah, Desa Lubuk Tengah, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

 

Dalam acara tersebut hadir Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Komandan Kodim 1204/Sanggau, Letkol Inf Gede Setiawan, Kajari Sanggau, Tengku Firdaus, Wakapolres Sanggau, Kompol Damianus Dedy Susanto dan pejabat pemerintahan serta tokoh masyarakat lainnya.

 

Saat kemarau hutan dan lahan kita ada yang gundul akibat terbakar. Kami mengajak masyarakat untuk menanam kembali lahan dan hutan yang terbakar dengan pohon-pohon endemik Kalimantan. Sekaligus memperingati HUT TNI ke-74,” kata Komandan Satgas Pamtas Letkol Inf Dwi Agung Prihanto.

 

Pohon-pohon endemik Kalimantan dipilih karena bisa tumbuh besar dan akarnya mampu menahan air saat musim hujan. Diharapkan dapat mencegah longsor dan banjir.

 

“Kita sudah kena asap ketika kemarau, jangan lagi kena longsor dan banjir saat musim hujan. Kegiatan ini bukan hanya saat penanaman, tapi pemeliharaan setelah pohon itu ditanam. Jangan hanya seremonial. Masyarakat kami harap ikut serta memelihara dan terus melestarikan alam demi masa depan anak cucu kita.”

 

Bupati Sanggau, Paolus Hadi menilai menanam pohon dalam rangka peringatan HUT TNI adalah ide cerdas. Kadang ulang tahun dirayakan dengan pesta besar dan lupa bahwa manusia bergantung pada alam.

 

“Perbatasan kita ini lumayan sering diguyur hujan karena daerah pegunungan. Tetapi jumlah hutannya sekarang mulai berkurang, entah itu karena terbakar atau karena alih fungsi. Kita tidak boleh tamak, kalau tamak bahaya,” kata Paolus Hadi.

 

Bupati minta hutan dan gunung jangan digunduli. “Apalagi yang di gunung-gunung, itulah sisa-sisa hutan kita. Jangan remehkan hutan, jangan meremehkan pohon. Hutan dan pohon harus kita jaga benar. Saya tahu persis, kalau kita mengelola hutan tidak benar akan mendapat azab.”

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: