Faisal, Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Dorong Pemuda Kreatif

Kota Pontianak
KRIYA - Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah ketika berada di Pontianak, dalam acara pelatihan Kriya 2019 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak, Jalan Prof Dr H Hadari Nawawi, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, 3-4 Oktober 2019. (Foto Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah berharap pemuda semakin kreatif dan inofatif, sehingga bisa meningkatkan pengetahuan kepada anak muda yang berkaitan dengan kriya.

Faisal menyatakan hal itu, ketika memberikan kegiatan pelatihan Kriya 2019. Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak, Jalan Prof Dr H Hadari Nawawi, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, 3-4 Oktober 2019.

Bacaan Lainnya

“Ini sebagai bekal kepada mereka, bagaimana berinovasi atas suatu ciptaan. Dirinya bisa meningkatkan bakat mereka,” kata Faisal Abdullah, sesuai penutupan kegiatan pelatihan Kriya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak, Jumat (4/10/2019).

Dia meyaniki, bahwa dengan kreativitas para pemuda bisa lebih kreatif. Caranya adalah dengan terus menerus melakukan inovasi.  “Tidak lagi susah meningkatkan kesejahteraan rakyat, tetapi produktif dalam bidang ekonomi kreatif,” ujar Faisal Abdullah.

Ia menganggap  para pemuda sangat baik dan optimis melihat karya mereka. Mereka memiliki bakat dan memperkaya dengan pengetahuan. “Itu karena sudah biasa dilakukan. Karena bagaimana menjadi nilai ekonomis yang baik,” Faisal menegaskan.

Dia berharap angka enterpreuner di Indonesia bisa naik dari 2 persen populasi menjadi  10 persen. Ini dilakukan  agar ideal untuk menjadi sebuah negara maju. “Dan menyerap lapangan pekerjaan yang besar.  Update kreativitas yang sesuai dengan selera pasar. Mereka juga harus menciptakan pasar. Bisa disenangi oleh masyarakat,” ujar Faisal.

Sementara itu, perserta kegiatan pelatihan Kriya, Hani Alfiyani  menilai, soal kegiatan pelatihan Kriya dapat meningkatkan pengetahuan baru. “Bagus, dapat meningkatkan kreativitas anak muda,” kata  Hani Alfiyani.

Dia bilang,”Saran saya untuk kegiatan ini bisa mendatangkan pemateri yang luar biasa, yang bisa membangkitkan jiwa kreativitas yang lebih lagi.”

Mahasiswa FMIPA Universitas Tanjungpura, Jurusan Kimia Murni angkatan 2016, semester 7 itu menilai,  hal baru yang dia jumpai pada saat kegiatan pelatihan Kriya, yaitu dapat membangun jaringan yang lebih luas. “Untuk tahu dan mengembangkan kreativitas yang kami miliki,” kata Hani Alfiyani.

Dia berkata, sesuai dengan tujuan awal, ia dan tim ingin fokus dan mengembangkan limbah organik di Kota Pontianak. Sesuai data, sampah terbesar adalah limbah organik. Terutama durian.

“Saya dan tim sangat ingin melakukan riset lebih lanjut, agar tahu pengolahan dan kandungan apa saja yang terkandung di dalam kulit durian,” katanya.

Hingga saat ini, kulit durian sudah dilakukan uji coba, untuk racun nyamuk, obat jerawat, obat sakit perut, manisan, dan lain-lain. “Jadi perlu dilakukan riset lebih lanjut, agar dapat menyakinkan konsumen,” kata Hani Alfiyani. (IP/01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *