banner 468x60

BMKG: Masih Terjadi 1.149 Gempa Susulan di Maluku

  • Bagikan
(BMKG) mengidentifikasi terjadi 1.149 kali gempa susulan di Maluku (Dok. BNPB)

JAKARTA, insidepontianak.com – Gempa susulan masih terus terjadi, pasca gempa 6,5 skala richter yang terjadi di Maluku pada 26 September 2019. BMKG mencatat hingga Senin (7/10/2019) pagi, terjadi lebih dari 1.000 gempa susulan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi terjadi 1.149 kali gempa susulan, dan 122 diantaranya dirasakan oleh warga. Pada pukul 02.15 WIT, gempa 3,4 SR dengan kedalaman 10 kilometer masih terjadi.

Pusat gempa berada di laut sekitar 24 km timur laut Ambon. Namun demikian dilihat dari rangkaian gempa susulan, frekuensinya cenderung menurun.

Data BPBD Provinsi Maluku per 6 Oktober 2019, pukul 18.00 WIT mencatat total korban gempa mencapai 134.600 jiwa. Dengan rincian: Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) 90.833 jiwa, Seram Bagian Barat (SBB) 37.787, dan Kota Ambon 5.980. Jumlah korban tewas mencapai 37 orang.

Sebanyak 6.344 unit rumah rusak akibat geempa dengan tingkat kerusakan bervariasi. Di wilayah Kabupaten Malteng rumah rusak berat (RB) 724 unit, SBB 298 rumah dan Ambon 251 rumah.

Rumah rusak sedang (RS) di wilayah Kabupaten Malteng mencapai 1.104 unit, SBB 469 dan Ambon 253. Sedangkan rusak ringan (RR) di wilayah Malteng 2.238, Ambon 654, dan SBB 353.

Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa di setiap wilayah terdampak masih melakukan upaya penanganan darurat di lapangan. Sebaran lokasi pengungsian tidak fokus pada kelompok-kelompok besar, sehingga menyulitkan tenaga kesehatan memberikan layanan medis.

Tambahan personel medis masih sangat dibutuhkan, seperti dokter umum, bidan dan perawat, apoteker, serta tenaga psikososial.

Penanganan darurat tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga memastikan gizi para pengungsi terpenuhi. Penanganan juga dilakukan lintas sektor seperti pendidikan, penanganan dan perlindungan korban, ekonomi, serta sarana dan prasarana logistik.

Terkait berakhirnya masa penanganan darurat pada 9 Oktober nanti, BNPB terus mendampingi pemerintah daerah agar pelayanan kepada warga terdampak dilakukan dengan baik. (ril/03)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: