Walhi Sumut Curigai Penyebab Kematian Golfrid Siregar

Gambar ilustrasi

MEDAN, insidepontianak.com – Pengacara Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara, Golfrid Siregar tewas. Korban ditemukan dengan luka serius di kepala yang diduga akibat terkena benda tumpul.

Korban sempat menghilang sejak Rabu (2/10), sekitar pukul 17.00. Kepada keluarganya Golfrid izin keluar rumah untuk mengirim paket barang dan menemui seseorang di daerah Marendal. Sejak saat itu korban tidak dapat dihubungi istrinya.

Bacaan Lainnya

Pada Kamis (3/10), pukul 01.00, korban ditemukan terkapar di fly over Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Padang Bulan, Medan. Korban ditemukan tukang becak yang kebetulan melintas dan dibawa ke RS Mitra Sejati untuk kemudian dirujuk ke RSUP Adam Malik.

Golfrid Siregar menderita luka serius di kepala yang menyebabkan tempurung kepala hancur. Sempat menjalani operasi pada 4 Oktober 2019, korban akhirnya meninggal 6 Oktober 2019, pukul 15.20 WIB.

Menurut keterangan polisi, korban menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Namun Walhi Sumut menemukan banyak kejanggalan terkait tewasnya Golfrid.

Kepala korban menderita luka serius seperti dipukul benda tumpul. Selain kepala, di bagian tubuh lainnya tidak ditemukan luka seperti layaknya korban kecelakaan.

Barang-barang milik korban seperti tas, laptop, dompet, dan cincin hilang dalam kejadian tersebut. Sementara sepeda motor tidak diambil dan hanya rusak kecil.

Menurut Roy Lumbangaol dari Walhi Sumut, bukti-bukti menunjukkan Golfrit bukan korban kecelakaan lalu lintas biasa. Walhi menemukan indikasi kekerasan dan percobaan pembunuhan, mengigat aktivitas politik korban sebagai pembela HAM khususnya isu lingkungan.

Walhi Sumut mendesak Polda Sumatera Utara mengusut tuntas kasus ini “Sangat penting agar pengungkapan kasus dilakukan transparan dan akuntabel. Memberikan hak-hak pada keluarga korban dan memberikan rasa aman bagi pegiat HAM dan masyarakat sipil di Sumatera Utara,” kata Roy, dalam surat keterangan pers yang diterima insidepontianak.com, Senin (7/10/2019).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *