Sekda Minta Guru Ngaji Tradisional Tetap Eksis

Sekda Kota Pontianak, berharap eksistensi dan aktivitas guru ngaji di lingkungan masyarakat terus berjalan (Dok. Humas Pemkot Pontianak).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Peran guru ngaji tradisional masih dibutuhkan di tengah masyarakat untuk memberikan pendidikan Al Quran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Mulyadi berharap eksistensi dan aktivitas guru ngaji di lingkungan masyarakat bisa terus berjalan.

Bacaan Lainnya

“Peran guru ngaji tradisional sangat penting dalam rangka membentuk perilaku dan kepribadian anak-anak,” kata Mulyadi saat membuka kegiatan tata cara pembuatan laporan bagi guru ngaji tradisional di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA), Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (8/10).

Menurut Mulyadi, setiap tahun Pemkot Pontianak menggelar khataman massal menyambut Hari Jadi Kota Pontianak. Dia berharap, khataman massal itu tidak hanya diikuti santri-santri taman pendidikan Al Quran (TPA), tetapi juga santri dari guru-guru ngaji tradisional.

“Misalnya dari Kecamatan Pontianak Barat ada 79 orang guru ngaji, mereka bisa mengirimkan utusan santri-santrinya untuk ikut khataman massal serta mendapatkan sertifikat khataman,” ujar Sekda.

Mulyadi berharap para guru ngaji memberikan pesan moral kepada pra santri. Meski zaman dan tuntutan hidup berubah, nilai dan norma agama tidak boleh hilang. “Saya minta para ngaji untuk menanamkan dalam diri bahwa semua itu harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah.” (ril/03)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *