Aktivitas Pertambangan Penyebab ‘Hujan’ Batu di Purwakarta

Rumah warga Desa Sukamulya, Purwakarta yang rusak tertimpa batu akibat aktivitas pertambangan. (merdeka.com)

PURWAKARTA, insidepontianak.com – Sejumlah rumah dan satu bangunan sekolah ambruk tertimpa batu berukuran besar di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Runtuhnya bebatuan berukuran besar itu terjadi akibat aktivitas penambangan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) di dekat permukiman warga, Selasa (8/10). “Batu yang jatuh sangat besar ukurannya, sampai membuat rumah ambruk,” kata Kepala Desa Sukamulya, Oded, Rabu (9/10/2019).

Bacaan Lainnya

Aktivitas penambangan di dekat pemukiman itu menggunakan bahan peledak sehingga batu-batuan besar dari gunung jatuh menimpa rumah warga. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Purwakarta menjelaskan tujuh rumah rusak parah akibat kejadian ini.

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian mengatakan, pihaknya  memeriksa 3 orang saksi dalam kasus ini. Polisi masih melakukan penyelidikan  namun menduga ada unsur kelalaian.

Tiga orang saksi yang diperiksa adalah pegawai perusahaan. Sesuai keterangan sementara, diduga terjadi kesalahan standar operasional perusahaan saat meledakkan batu di puncak tebing.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan. Di lokasi sudah dipasang police line,” kata AKP Handreas. “Tapi untuk penyebab pastinya, nanti bisa diketahui sesuai hasil penyelidikan.”

Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta menyatakan peristiwa ini akibat aktivitas peledakan batu yang dilakukan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS).

“Tidak ada korban jiwa. Tujuh rumah warga dan satu sekolah di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta yang rusak setelah ditimpa batu besar dari atas Gunung Cihandeuleum,” kata Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran, Wahyu Wibisono, seperti dikutip tirto.id.

Rumah yang rusak diantaranya rumah permanen ukuran 10X8 milik Dodi (35 tahun), rumah permanen ukuran 8×6 milik Holid (55 tahun), rumah milik Oji (40 tahun), rumah milik Kamsir (40 tahun), rumah milik Aceng (55 tahun) dan rumah milik Aceng (50 tahun).

Selain itu, akibat kejadian bangunan Madrasah Ibtidaiyah juga rusak ringan. “Dari hasil pengecekan di lapangan dan keterangan saksi, batu besar itu jatuh dari ketinggian 500 meter ke rumah warga yang ada di bawah.” (ip/03)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *