Kementan RI ‘Acungi Jempol’ Program Beras Lokal Kuburaya

  • Bagikan
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedy Nursyamsi. (insidepontianak.com)

KUBURAYA, insidepontianak.com – Kementerian Pertanian mengapresiasi berbagai inovasi pemasaran produk yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kuburaya.

Sejumlah program seperti penggalakan beras lokal, jagung, dan telur ayam kampung dinilai sejalan dengan program Kementerian Pertanian.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedy Nursyamsi, seusai bertemu Bupati Kuburaya, Muda Mahendrawan, Selasa (8/10/2019).

“Pak Bupati mampu mengolah pertanian mulai dari hulu ke hilir. Contoh seperti program beras lokal yang dikemas berbagai ukuran. Mulai 5, 10, hingga 20 kilogram. Bahkan ada yang sampai 50 kilogram dengan berbagai merek lokal,” kata Dedy.

Selain itu, Bupati juga sukses mengarahkan aparatur sipil negara untuk mengonsumsi beras lokal Kuburaya. “Ini sungguh inovasi yang luar biasa,” sebutnya.

Selain ASN dapat mengonsumsi beras lokal berkualitas, petani juga mendapatkan harga dan pangsa pasar yang menarik. Efeknya, kesejahteraan petani juga terangkat.

“Anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Kuburaya ternyata juga untuk membantu ketersediaan benih dan pengadaan fasilitas pertanian. Ini yang diharapkan dari seluruh kepala daerah.”

Selain beras lokal, Dedy juga menyebut hasil pertanian jagung yang dinilai luar biasa. Usaha menggalakkan tanam jagung dimulai dari edukasi soal pentingnya gizi dan nutrisi bagi ibu hamil. Begitu pula nutrisi dari telur ayam kampung yang dikembangkan di Kuburaya.

Bupati Kuburaya, Muda Mahendrawan menilai kunjungan Kementerian Pertanian menyemangati masyarakat untuk terus bercocok tanam dengan baik.

“Saya tidak mau merasa bangga dengan pujian yang diberikan Kementerian Pertanian ini. Justru dengan pujian ini saya akan berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat petani yang tersebar di 123 desa dan 9 kecamatan,” kata Bupati.
Pemkab Kuburaya saat ini fokus mengurus 166 ribu rumah tangga. Program beras lokal Kuburaya juga salah satu langkah membahagiakan masyarakat.

Pemerintah melibatkan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) sebagai motor program beras lokal. Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak perubahan pola pikir dan perilaku petani.

“Peran KTNA dan penyuluh pertanian merupakan bagian terpenting dalam upaya memperkuat pertanian dalam arti luas dan memandirikan rumah tangga petani. Pada akhirnya menjadikan pertanian, perikanan, petenakan, dan perkebunan sebagai basis ekonomi masyarakat di Kuburaya.”

Pertemuan di ruang kerja Bupati Kuburaya dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, Heronimus Hero dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuburaya, Gandhi Satyagraha. (ip/03)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: