banner 468x60

Polisi Periksa TKP Ditemukannya Aktivis Walhi Golfrid

  • Bagikan
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan tubuh aktivis Walhi, Golfrid Siregar (merdeka.com)

MEDAN, insidepontianak.com – Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan tubuh aktivis Walhi, Golfrid Siregar, di underpass Titi Kuning, Medan, Rabu (9/10/2019).

Lokasi olah TKP berbeda dari informasi yang beredar selama ini. Sebelumnya diberitakan, Golfrid ditemukan terkapar di Flyover Jamin Ginting/Simpang Pos, Kamis (3/10) sekitar pukul 01.00 WIB.

Olah TKP dilakukan petugas gabungan Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Polsek Deli Tua. Selain polisi lalu-litas, sejumlah personel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut juga tampak di lokasi. Selama olah TKP, polisi menutup underpass dari arah Mariendal.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengaku masih menunggu hasil autopsi sebelum perkembangan penyelidikan dijelaskan ke publik. “Kemarin dilaksanakan autopsi. Hasilnya belum kan, kita tunggu dulu hasilnya,” kata Agus.

Kapolda Sumut sudah memerintahkan Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Andi Rian dan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto untuk membentuk tim untuk mengungkap kasus ini.

Tim sudah mulai bekerja dengan memintai keterangan para saksi. “Saya dengar ada beberapa saksi sudah diperiksa terkait dengan pertemuan dia (Golfrid) sebelum kejadian. Katanya dia bertemu dengan keluarganya kemudian sempat ke warung dengan temannya. Itu sudah diperiksa,” kata Agus, seperti dikutip merdeka.com.

Irjen Pol Agus berharap informasi yang dikumpulkan polisi dan hasil autopsi dapat mengungkap kasus ini. “”Nanti kita bisa pastikan apakah ini kecelakaan atau karena adanya tindak pidana.”

Kasus kematian Golfrid diselidiki polisi setelah banyak pihak menemukan banyak kejanggalan. Golfrid meninggal di RSUP Adam Malik Medan, Minggu (6/10) sekitar pukul 15.20 WIB.

Pada 3 Oktober 2019, pukul 01.00, Golfrid ditemukan terkapar di fly over Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Padang Bulan, Medan. Korban ditemukan tukang becak yang kebetulan melintas dan dibawa ke RS Mitra Sejati untuk kemudian dirujuk ke RSUP Adam Malik.

Golfrid Siregar menderita luka serius di kepala yang menyebabkan tempurung kepala hancur. Sempat menjalani operasi pada 4 Oktober 2019, korban akhirnya meninggal 6 Oktober 2019, pukul 15.20 WIB.

Menurut keterangan polisi, Golfrid menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Namun kecurigaan muncul karena selain luka di kepala, tidak ditemukan luka lain sebagaimana umumnya korban kecelakaan lalu-lintas.

Baju dan celana korban tidak menunjukan robek akibat jatuh dari kendaraan. Sepeda motornya juga hanya mengalami sedikit kerusakan. Sedangkan tas, laptop, dompet, dan cincin milik korban hilang dalam kejadian tersebut. (ip/03)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: